//

IDENTIFIKASI PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KABUPATEN NAGAN RAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Fandi purnama - Personal Name

Abstrak/Catatan

RINGKASAN Fandi Purnama/1105101050045. Identifikasi Perubahan Tata Guna Lahan untuk Tanaman Perkebunan Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kabupaten Nagan Raya, di bawah bimbingan Sugianto selaku pembimbing utama dan Zainabun selaku pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi perubahan tata guna lahan berdasarkan RTRW untuk tanaman perkebunan di Kabupaten Nagan Raya. (2) Menganalisis kesesuaian penggunaan lahan untuk tanaman perkebunan dengan RTRW di Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya mencakup seluruh Kecamatan. Interpretasi dan pengolahan peta dilakukan di Unit Pelaksanaan Teknis Badan – Pusat Data Geospasial Aceh (UPTB-PDGA) Bappeda Provinsi Aceh dan Laboratorium Pengindraan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai dari bulan Agustus sampai Desember 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif yang didasarkan pada hasil observasi lapangan dan analisis terhadap berbagai data yaitu: data primer citra SPOT 6 dan citra satelit Landsat 8 yang diperlukan untuk data penggunaan lahan eksisting serta data sekunder sebagai bahan pendukung lainnya. Analisis data yang dilakukan meliputi perubahan tata guna lahan untuk tanaman perkebunan serta analisis kesesuaian atau ketetapan dengan alokasi RTRW untuk tanaman perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi penambahan luasan lahan perkebunan dari tahun 2006 sampai tahun 2015. Penambahan luasan didapatkan dari perkebunan besar seluas 28.343,21 ha atau sebesar (7,98%) dan perkebunan masyarakat seluas 11.767,25 ha atau sebesar (3,31%), serta juga telah terjadi penambahan luasan dari alokasi rencana tata ruang wilayah tahun 2015-2035 Kabupaten Nagan Raya. Penambahan tersebut didapatkan pada perkebunan besar seluas 13.272,10 ha atau sebesar (24,39%) sedangkan perkebunan masyarakat justru masih berkurang seluas 21.197,29 ha atau sebesar (64,30%) dari alokasi rencana tata ruang wilayah yang telah ditetapkan. Selanjutnya telah terjadi ketidaksesuaian penggunaan lahan tahun 2015 dengan rencana tata ruang wilayah tahun 2015-2035. Ketidaksesuaian tersebut terdapat pada penggunaan lahan perkebunan besar seluas 10.948,17 ha atau sebesar (7,29%) dan perkebunan masyarakat seluas 1.429,46 ha atau sebesar (0,95%).

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Mirza Arbi, 2016)

ANALISIS NERACA PENGGUNAAN LAHAN DAN PERUBAHANNYA TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PIDIE (Zulfajri, 2016)

PENCADANGAN DAN PELESTARIAN FUNGSI EKOSISTEM GAMBUT SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN EKOSISTEM GAMBUT DI KABUPATEN NAGAN RAYA (Zulfikar Irhas, 2017)

ANALISIS PERUBAHAN LAHAN SAWAH DAN PEMANFAATAN LAHAN BERDASARKAN TATA RUANG DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (chairi akmal, 2016)

ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN (RISKI YUNIANDA, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy