//

POTRET PEKERJA ANAK PADA USAHA BATU BATA (STUDI KASUS: KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Miranda - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk para pekerja yang masih berusia di bawah 18 tahun. Kecamatan Baitussalam merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi usaha batu bata. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya usaha batu bata yang terdapat di gampong Kajhu dan Cot Paya. Pekerja anak menjadi suatu fenomena yang terjadi di dua gampong tersebut. Beberapa tempat usaha batu bata terdapat pekerja anak di bawah umur. Layaknya seorang anak bermain dan menuntut ilmu pendidikan bukannya melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Anak merupakan generasi penerus yang akan berperan dalam proses kelangsungan perkembangan bangsa di masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan generasi penerus yang berkualitas dan harus dibentuk pada saat ini agar dapat membawa kemajuan di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan potret pekerja anak yang ada di Kecamatan Baitussalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, penentuan informan diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional Coleman sebagai pisau analisis, mengenai adanya suatu hubungan antara aktor dan sumber daya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi, serta selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Identitas pekerja batu bata anak di bawah umur gampong Kajhu dan Cot Paya terdiri dari 8 orang anak dengan rentang 11-15 tahun, pekerjaan yang mereka lakukan mulai dari mencetak bata, memindahkan batu bata kering dari tempat penjemuran ke tempat pembakaran, menaikkan batu bata siap jual ke truk pengangkut, dan membantu hal-hal lainnya yang bisa mereka kerjakan; 2. Faktor yang melatar belakangi dan mendorong anak untuk bekerja di tempat usaha batu bata, yaitu faktor ekonomi orang tua, pendidikan, lingkungan, serta rasa ingin mandiri agar bisa memenuhi kebutuhan pribadinya tanpa memberatkan orang tua; 3. Pandangan masyarakat setempat mengenai fenomena pekerja anak mayoritas masyarakat setuju disebabkan mereka menganggap itu hal biasa yang sudah lama terjadi, dan minoritas masyarakat lainnya tidak setuju karena bagi mereka hal itu dapat mengganggu pendidikan anak serta pembentukan kepribadian seorang anak. Kata Kunci: Pekerja Anak, Sektor Industri.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PROFIL PEREMPUAN PEKERJA BATU BATA DIMEUNASAH PAPEUN KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (Khairunnisa, 2018)

KONTRIBUSI PEKERJA PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PADA PABRIK BATU BATA TANJUNG SELAMATRNKECAMATAN DARUSSALAM KABUPATENRNACEH BESAR (Heldarina, 2015)

PELAKSANAAN PEMBERIAN IZIN USAHA PERDAGANGAN BATU BATA DI KABUPATEN ACEH BESAR (IMAM MUNANDAR, 2017)

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA INDUSTRI BATU BATA DUSUN LAMSEUSONG KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2015 (TEUKU SULTAN ALAUDDINSYAH, 2015)

KEADAAN SOSIAL EKONOMI WANITA PEMBUAT BATU BATA DI DESA LAM PEUDAYA KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR, 1999-2013 (Armizani, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy