//

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KANGKUNG (IPOMOEA AQUATICA FORSK.) SEBAGAI FUNGISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI) PADA BUAH CABAI.

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Mario Pani - Personal Name

Abstrak/Catatan

Salah satu kendala dalam meningkatkan hasil produksi cabai adalah banyaknya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan kerugian baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk itu perlu dilakukan upaya pengendalian guna meminimalisir resiko yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kangkung dalam mengendalikan penyakit antraknosa (Colletotrichum capsici) pada buah cabai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali untuk penelitian secara in-vitro dan in-vivo, sehingga masing-masing diperoleh 16 unit percobaan. Penelitian ini terdiri atas 4 taraf perlakuan ekstrak kangkung yaitu, 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian secara in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun kangkung mampu menghambat pertumbuhan diameter koloni C.capsici. Diameter terendah yaitu 28 mm terdapat pada perlakuan ekstrak kangkung 20%. Percobaan secara in-vivo menunjukkan bahwa diameter bercak tertinggi pada 7 HSA terdapat pada konsentrasi ekstrak kangkung 5% yaitu 7,8 mm dan terendah 7 mm pada konsentrasi 20%. Pemberian ekstrak kangkung untuk semua konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap persentase kejadian penyakit dan intensitas penyakit. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kangkung pada konsentrasi sampai 20 % belum mampu mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai yang di sebabkan oleh C.capsici. Kata Kunci : Ekstrak, Nabati, Antraknosa, Buah cabai

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

UJI EFEKTIFITAS ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) (Aulia Rizki, 2015)

POTENSI EKSTRAK GULMA KIRINYUH, SEMBUNG RAMBAT DAN BABADOTAN UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI L) PADA CABAI (Muhammad Ikhsan, 2016)

ANALISIS EKONOMIS PEMELIHARAAN ITIK PEKING PEDAGING YANG DIBERI RANSUM KOMERSIL RNYANG DISUBSTITUSI DENGAN BAHAN PAKANRNKANGKUNG (IPOMOEA AQUATICA FORSK) FERMENTASI (KASWATI, 2014)

PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALIAN BEBERAPA PATOGEN SECARA IN VITRO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) (Haritsa Adli Putri, 2017)

PENGARUH JENIS MULSA DAN INTENSITAS NAUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DAN HASIL CABAI (Hema Hayati, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy