//

PROSES ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN PANGAN MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN DARUL MAKMUR, NAGAN RAYA (1990-2013)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ayuni - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Tanaman Pangan, Kelapa Sawit. Penelitian yang berjudul “Proses Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya (1990-2013)”. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui faktor terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Darul Makmur tahun 1990-2013 (2) untuk mengetahui proses terjadinya alih fungsi lahan pertanain pangan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Darul Makmur tahun 1990-2013 (3) untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Darul Makmur tahun 1990-2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah kritis (historis) serta menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Darul Makmur 1990-2013 disebabkan oleh (1) faktor internal yaitu faktor yang dipengaruhi oleh aspek ekonomi dan lingkungan serta banyaknya serangan hama. (2) faktor eksternal seperti terdapatnya banyak PT kelapa sawit di Kecamatan Darul Makmur yang mempermudah petani dalam proses pemasaran serta memberikan pengalaman kepada petani dalam membudidayakan kelapa sawit. Proses alih fungsi lahan pertanian masih berlangsung hingga sekarang dikarenakan berhubungan dengan upaya pemenuhan sektor ekonomi guna menghasilkan pendapatan lebih tinggi. Selama periode 1990-2013 luas lahan yang dialihkan mengalami naik turun dikarenakan naik turunnya harga jual kelapa sawit. Sedangkan dampak alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebuanan kelapa sawit di Kecamatan Darul Makmur tahun 1990-2013 yaitu: (1) dampak negatif seperti berkurangnya ketersediaan swasembada pangan. (2) dampak positifnya yaitu terbukanya lapangan kerja baru serta meningkatnya pendapatan ekonomi yang diperoleh. Masalah alih fungsi lahan pertanian terus meningkat dan sulit dikendalikan sehingga terjadinya penyempitan lahan pertanian pangan yang mengakibatkan turunnya produksi padi. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan arahan dari pemerintah serta perlu adanya batas antara lahan pertanian sawah dan perkebunan kelapa sawit agar hal ini tidak terus berlanjut dan sebagai upaya pencegahan perluasan perkebunan kelapa sawit. Khususnya di Kecamatan Darul Makmur.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH KE PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2005-2014 (Rifchi Anggari, 2017)

DAMPAK PERALIHAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI (STUDI TERHADAP PERALIHAN LAHAN SAWAH MENJADI LAHAN SAWIT DI GAMPONG PAYA LABA. KECAMATAN. KLUET TIMUR, KABUPATEN, ACEH SELATAN. ACEH. INDONESIA) (Heri Saputra, 2017)

STUDI PENGARUH INTERSEPSI LAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN AIR (WATER BALANCE) PADA BEBERAPA SUB DAS DI KABUPATEN NAGAN RAYA (MEYLIS SAFRIANI, 2016)

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI LAHAN NON PERTANIAN DI KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE (EKY SULAIKA, 2016)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN TANAMAN KAKAO MENJADI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (MARZUKI YUSRIADI, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy