//

GAMBARAN JARAK PEMBUKAAN MULUT MAKSIMAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNSYIAH ANGKATAN 2013-2015

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ferda Nofella Sukma - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Ferda Nofella Sukma Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Fakultas : Kedokteran Gigi Judul : Gambaran Jarak Pembukaan Mulut Maksimal Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah Angkatan 2013-2015 Pengukuran jarak pembukaan mulut dilakukan sebagai salah satu pemeriksaan dasar yang penting untuk mengevaluasi fungsi sendi temporomandibula (TMJ). Fungsi TMJ yang mengalami gangguan disebut dengan temporomandibular disorder (TMD). Terjadinya TMD dapat ditandai dengan adanya keterbatasan pembukaan mulut yang kurang dari 40 mm. Jarak pembukaan mulut maksimal dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, berat badan, dan tinggi badan. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui rata-rata jarak pembukaan mulut maksimal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah angkatan 2013-2015. Pengambilan subjek dengan cara total sampling dan sesuai dengan kriteria inklusi sehingga didapatkan subjek sebanyak 160 orang. Pengukuran jarak pembukaan mulut maksimal dilakukan menggunakan penggaris (stainless steel) saat subjek membuka mulut maksimal dan ditambahkan jarak overlap vertikal. Hasil penelitian didapatkan 24 orang (15%) laki-laki memiliki pembukaan mulut maksimal 50,1 mm, 136 orang (85%) perempuan memiliki pembukaan mulut maksimal 43,1 mm, 6 orang (3,8%) dengan berat badan 31-40 kg memiliki pembukaan mulut maksimal terendah yaitu 40 mm, 4 orang (2,5%) dengan berat badan 101-110 kg memiliki pembukaan mulut maksimal terbesar yaitu 53,2 mm, 29 orang (18,1%) dengan tinggi badan 141-150 cm memiliki pembukaan mulut maksimal terendah yaitu 42,4 mm, 1 orang (0,6%) dengan tinggi badan 181-190 cm memiliki pembukaan mulut maksimal terbesar yaitu 56 mm, dan pembukaan mulut maksimal pada 160 orang (100%) yaitu 44,2 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu rata-rata jarak pembukaan mulut maksimal mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah angkatan 2013-2015 adalah normal. Kata Kunci : Pembukaan Mulut Maksimal, Jenis Kelamin, Berat Badan, Tinggi Badan ABSTRACT Name : Ferda Nofella Sukma Study Program : Dentistry Faculty : Dentistry Title : Description of Maximum Mouth Opening among Dentistry Students of Syiah Kuala University 2013-2015 Distance of mouth opening measurement is done as one of important basic examination to evaluate temporomandibular joint (TMJ) function. Impaired function of TMJ is called as temporomandiblar disorder (TMD). Sign of TMD is shown by limitation of mouth opening distance which is less than 40 mm. Maximum distance of mouth opening can be influenced by gender, age, body weight, and body height. Type of this research is descriptive survey, which is aimed to know mean distance of maximum mouth opening (MMO) in dentistry student of Syiah Kuala University year 2013-2015. Subject retrieval is in a total sampling way and corresponding to inclusion criteria until 160 subjects was obtained. Maximum distance of mouth opening measurements was done by using stainless steel ruler when subject opened mouth maximum and added by vertical overlap distance. Result of this research showed that 24 men subjects (15%) had MMO 50.1 mm, 136 women subjects (85%) had MMO 43.1 mm, 6 subjects with body weight 31-40 kg (3.8%) had MMO 40 mm, 4 subjects with body weight 101-110 kg (2.5%) had the highest MMO 53.2 mm, 29 subjects with body height 141-150 cm (18.1%) had lowest MMO 42.4 mm, 1 subject with body height 181-190 cm (0.6%) had the highest MMO 56 mm, and MMO in 160 subjects (100%) was 44.2 mm. Conclusion of this research is the mean of maximum distance of mouth opening in dentistry student of Syiah Kuala University 2013-2015 was normal. Key words : Maximum Mouth Opening, Gender, Body Weight, Body Height.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

GAMBARAN PEMERIKSAAN SOFT END FEEL DAN HARD END FEEL PADA SUBJEK BRUXISM YANG MENGALAMI KETERBATASAN PEMBUKAAN MULUT (SURVEI PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2012-2015) (Cut Nabilah Safira, 2017)

GAMBARAN JARAK PEMBUKAAN MULUT MAKSIMAL YANG MEMILIKI AKTIVITAS PARAFUNGSI BRUXISM (SURVEI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2012-2015) (Dewi Ismail, 2016)

HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA DENGAN INDEKS KARIES GIGI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2011-2013 (EKASUSANTI, 2014)

GAMBARAN KASUS DEVIASI MANDIBULA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNSYIAH ANGKATAN 2011-2015 YANG MEMILIKI AKTIVITAS PARAFUNGSI (BRUXISM) (Heri Gunawan, 2017)

EFEK BERKUMUR SARI BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) TERHADAP LAJU ALIRAN DAN PH SALIVA PADA MAHASISWA ANGKATAN 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Yasir Simatupang, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy