//

WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH ANTARA PENGEMBANG DENGAN PEMBELI (STUDI KASUS PADA CV.CALATRAVA)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang CUT RIZKYA MULYA - Personal Name

Abstrak/Catatan

i ABSTRAK CUT RIZKYA MULYA, WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH ANTARA PENGEMBANG DENGAN PEMBELI (Studi Kasus Pada CV CALATRAVA) 2014 Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v, 62), pp., tabl., bibl., app Mustakim, S.H, M.Hum. Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menentukan bahwa “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. Demikian juga perjanjian jual beli rumah antara pihak pengembang dengan pembeli. Perjanjian yang mereka buat juga mengikat keduanya, namun perjanjian antara CV.CALATRAVA dengan pembeli ternyata terjadi wanprestasi yang mengakibatkan kerugian bagi pihak pembeli pada hal mereka sudah membuat perjanjian dalam bentuk tertulis. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan bentuk wanprestasi yang terjadi dalam perjanjian jual beli rumah antara CV CALATRAVA dengan pembeli, faktor penyebab terjadinya wanprestasi, dan upaya penyelesaian yang ditempuh para pihak dalam menyelesaikan wanprestasi tersebut. Data yang diperuntukkan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku teks, peraturan perundang-undangan, serta pendapat para sarjana yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Sedangkan data primer diperoleh dengan cara melakukan penelitian lapangan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bentuk wanprestasi yang terjadi dalam perjanjian jual beli rumah adalah CV CALATRAVA tidak melaksanakan prestasinya sama sekali, kemudian memenuhi prestasinya tetapi terlambat serta memenuhi prestasi namun tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. Faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi yaitu uang pembayaran rumah dipergunakan penjual untuk konsumtif pribadi pihak pengembang , dialihkannya penggunaan uang pembayaran rumah oleh penjual, tidak rincinya perjanjian, dan klausul perjanjian yang tidak tegas serta para pihak tidak memahami klausul perjanjian. Upaya penyelesaian atas wanprestasi yang terjadi dilakukan melalui musyawarah antara para pihak untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Disarankan kepada para pihak yang terlibat dalam perjanjian jual beli rumah agar benar-benar melaksanakan kewajibannya sesuai dengan isi perjanjian. Penyelesaian sengketa yang terjadi diantara para pihak disarankan agar menggunakan cara musyawarah dalam penyelesaiannya dengan tujuan agar tetap menjaga hubungan baik antara para pihak. 2016

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

WANPRESTASI OLEH PENGEMBANG DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN BANGUN DAN BAGI HASIL RUMAH ANTARA PIHAK PENGEMBANG CV. CALATRAVA DENGAN PEMILIK TANAH (SUATU PENELITIAN DI CV. CALATRAVA) (Emma Syafitri, 2016)

WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN JUAL BELI RUMAH (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR) (ZAINUNIS, 2015)

WANPRESTASI PENJUAL DALAM PERJANJIAN JUAL BELI MEUBEL (Fitri Yati, 2017)

PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH(SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (SYARIFAH RIZKA, 2015)

PELAKSANAAN JUAL BELI SECARA ONLINE DI KOTA BANDA ACEH (RAHMAD HIDAYAT, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Tahun Terbit

   

Prodi

   

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.