//

FUNGSI MAA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA PANTUN DI KABUPATEN ACEH TAMIANG (STUDI DI INSTITUSI MAJELIS ADAT ACEH TAMIANG)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MAHDI IBRAHIM - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Mahdi Ibrahim Fungsi MAA dalam Melestarikan Budaya Pantun di Kabupaten Aceh Tamiang (Studi di Majelis Adat Aceh Tamiang) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (Masrizal, MA, Saifuddin Bantasyam, SH, MA) Majelis Adat Aceh merupakan salah satu lembaga keistimewaan Aceh dalam melaksanakan pembangunan bidang adat istiadat. Majelis Adat Aceh yang kemudian disingkat menjadi MAA Kabupaten Aceh Tamiang memiliki salah satu fungsi dalam melestarikan adat budaya di Aceh Tamiang yaitu salah satunya fungsi dalam melestarikan adat pantun pada acara resepsi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab bergesernya nilai adat budaya pantun pada masyarakat Aceh Tamiang serta untuk mengetahui dan mengkaji fungsi MAA dalam melestarikan adat pantun di Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis, selain itu informan yang diperoleh berdasarkan dengan metode purposive sampling. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori Peran yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto. Data yang diperoleh peneliti dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam serta observasi dan dokumentasi, data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saat ini keberadaan pantun di Aceh Tamiang telah berubah keberadaannya dimana dahulu sering digunakan dan kini sudah jarang ditemui. Selain itu nilai yang terkandung didalamnya juga berubah dimana dahulunya terdapat nilai nasehat serta syiar di dalamnya dan sekarang hanya sebatas untuk hiburan belaka. Adapun faktor mempengaruhi bergesernya nilai pada pantun tersebut antara lain karena pengaruh modernisasi yang menuntut masyarakat mengikuti perkembangan jaman. Selanjutnya kurangnya sosialisasi dari pihak terkait baik dari pihak MAA maupun pihak terkait lainnya serta minimnya tokoh yang paham akan pantun dan minimnya minat masyarakat terhadap pantun itu sendiri. Kata kunci: Fungsi, MAA, Pelestarian, Pantun

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG (“DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA”) (Siti Sarah, 2019)

BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN DI DESA MUKA SUNGAI KURUK KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG (Isra Fahriati, 2014)

RAGAM MOTIF KAIN ULOS BATAK DI DESA PAHLAWAN KABUPATEN ACEH TAMIANG (Siti Hastina Udfa , 2015)

GAYA BUSANA ADAT PENGANTIN TAMIANG DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA KEBUN TANAH TERBAN KECAMATAN KARANG BARU ACEH TAMIANG (Tiara , 2016)

`FUNGSI DAN MAKNA SYAIR TARI SEUDATI PADA MASYARAKAT ACEH TAMIANG (ZAHARAH, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy