//

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN THE MANHATTAN MALL AND CONDOMINIUM–SUMATERA UTARA)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Khairunnisa P Saiful - Personal Name

Abstrak/Catatan

Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting kaitannnya dengan pekerjaan proyek konstruksi. Kesuksesan suatu proyek salah satunya ditentukan oleh catatan historis pengelolaan pekerja di proyek, terutama seberapa sering terjadinya kecelakaan kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu permasalahan yang banyak menyita perhatian berbagai organisasi saat ini karena mencakup permasalahan segi perikemanusiaan, biaya dan manfaat ekonomi, aspek hukum, pertanggung jawaban, serta citra organisasi itu sendiri. Usaha-usaha pencegahan timbulnya kecelakaan kerja perlu dilakukan sedini mungkin. Adapun tindakan yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Tanpa menerapkan SMK3 perusahaan dapat dihadapkan dengan ketidakpastian. Semakin besar suatu proyek maka SMK3 yang harus diterapkan semakin kompleks dan harus terencana dengan baik. Termasuk dalam proyek pembangunan The Manhattan Mall and Condominium yang dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahaan (Persero) Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SMK3 serta mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan tersebut serta faktor yang paling dominan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari data yang bersumber dari pihak pelaksana proyek berupa struktur organisasi. Responden penelitian ini berjumlah 25 orang yang termasuk dalam struktur organisasi proyek. Metode penilaian penerapan SMK3 bersumber dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M 2014. Hasil penelitian yang didapat berupa persentase tingkat penerapan SMK3 yaitu komitmen dan kebijakan 89,00%, perencanaan 91,67%, pengendalian operasional 88%, pengukuran dan evaluasi 77%, dan tinjauan ulang 80%. Maka diperoleh persentase rata-rata tingkat pencapaian penerapan sebesar 85,13% yang termasuk dalam kategori tingkat pencapaian penerapan memuaskan. Adapun faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan SMK3 adalah tingginya komitmen dari manajemen puncak dan perusahaan induknya dalam melaksanakan SMK3 dengan mean score 4,640 dengan persentase sebesar 92,80% (sangat berpengaruh). Wawancara dilakukan dengan SHEO untuk mengetahui program kerja K3 yang telah diterapkan terdiri dari perencanaan, target, SHE Induction, SHE Meeting, SHE Talk, Audit SHE. Kata kunci: proyek gedung , Sistem Manajemen Keselamatan dan kesehatan kerja(SMK3), penerapan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENERAPAN KOMPONEN BIAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA KONTRAK PEMBANGUNAN GEDUNG DI ACEH (Nurnazli Auliani, 2019)

IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK 7 IN 1 UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Reza Syahputra, 2018)

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH (ALHADY, 2017)

STUDI TINGKAT RISIKO DALAM PERSPEKTIF KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN PROYEK (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR IV (PKP2A IV) LAN-ACEH) (Mardha Tillah, 2014)

KAJIAN BIAYA MUTU PADA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU IS0-9000 TERHADAP PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDA ACEH (Siti Rahmah, 2013)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy