//

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTARA PEMBERIAN LAKTULOSA, PROBIOTIK, KOMBINASI LAKTULOSA DAN PROBIOTIK TERHADAP ENSEFALOPATI HEPATIK PADA PASIEN SIROSIS HATI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang WAHYUNI - Personal Name
SubjectHEPATIC ENCEPHALOPATHY-MEDIEINE
Bahasa Indonesia
Fakultas Prog. Studi Pendidikan Dokter Spesialis
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTARA PEMBERIAN LAKTULOSA, PROBIOTIK, KOMBINASI LAKTULOSA DAN PROBIOTIK TERHADAP ENSEFALOPATI HEPATIK PADA PASIEN SIROSIS HATI Pendahuluan: Ensefalopati hepatik (EH) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien sirosis hati stadium dekompensata dimana merupakan suatu sindroma neuropsikiatrik dengan gambaran klinis berupa kelainan mental, neurologis, parenkim hati serta kelainan laboratorium. Pengobatan dengan laktulosa dan probiotik dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki EH. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbandingan efektifitas antara pemberian laktulosa, probiotik, kombinasi laktulosa dan probiotik terhadap EH pada pasien sirosis hati. Metode: Uji klinik dengan desain penelitian analitik katagorik berpasangan terhadap 49 pasien sirosis hati stadium dekompensata dengan berbagai derajat EH menurut kriteria West Haven. Penelitian dilakukan di bangsal Penyakit Dalam RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dari bulan Agustus sampai September 2015. Subjek penelitian dibagi tiga kelompok, Kelompok A, 17 orang mendapat laktulosa 30-60 ml/hari, kelompok B, 17 orang mendapat probiotik, 1 kapsul 3 kali perhari (setiap kapsul berisi Lactobacillus acidophilus Rosell-52 2 milyar, Lactobacillus rhamnosus Rosell-11 2 milyar, Maltodextrin 211 mg, Magnesium stearat 8 mg, asam askorbat 1 mg), Kelompok C, 15 orang mendapat keduanya. Terapi diberikan selama 2 minggu. Parameter yang dinilai kadar albumin, bilirubin, SGOT, SGPT, amonia dan derajat EH. Hasil: Kelompok A: sebelum terapi: EH ringan 12 orang (30,8%) sesudah terapi 14 orang (33,3%), perbaikan 2 orang (11,8%), EH berat 5 orang (50,0%), sesudah terapi 3 orang (42,9%), perbaikan 2 orang (11,8%). Kelompok B: EH ringan 14 orang (35,9%), sesudah terapi 14 orang (33,3%). EH berat 3 orang (30%), sesudah terapi 3 orang (42,9%). Kelompok C: EH ringan 13 orang (33,3%), sesudah terapi 14 orang (33,3%), perbaikan 1 orang (6,6%), EH berat 2 orang (20%), sesudah terapi 1 orang (14,3%), perbaikan 1 orang (6,6%). Perubahan derajat EH pada ketiga kelompok ini tidak bermakna secara statistik (p > 0,05). Perbaikan kadar albumin, bilirubin, SGOT, SGPT, amonia sebelum dan sesudah terapi bermakna secara statistik (p < 0,05), tetapi jika dibandingkan antara ketiga kelompok tidak ada perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Kesimpulan: Laktulosa, probiotik, kombinasi laktulosa dan probiotik efektif terhadap perbaikan derajat EH, kadar albumin, bilirubin, SGOT, SGPT dan amonia. Kata Kunci: Ensefalopati Hepatik, Laktulosa, Probiotik, Sirosis Hati

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO ENSEFALOPATI HEPATIKUM PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS RNDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Zia Ulhaya, 2015)

PERBANDINGAN KADAR FECAL CALPROTECTIN PADA PASIEN SIROSIS HATI STADIUM DEKOMPENSATA DENGAN BERBAGAI DERAJAT ENSEFALOPATI HEPATIK (Cut Sri Juita, 2014)

PREVALENSI SIROSIS HEPATIS DENGAN ETIOLOGI VIRUS HEPATITIS B DAN ATAU VIRUS HEPATITIS C DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (YULIA ANGGRAINI, 2018)

PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI BERPOTENSI RNPROBIOTIK KE DALAM PAKAN UNTUK EFISIENSI DAN RNLAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) RNLOKAL JANTHO (FADLINA, 2015)

PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KOMERSIL DAN MOLASE TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (Rizki Ananda, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy