//

PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU ATAU MUSIK YANG DINYANYIKAN KEMBALI (COVER VERSIONS) SECARA KOMERSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ridha Tommi Sasmita - Personal Name
SubjectCOPYRIGHT - LAW
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Hukum
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

ABSTRAK RIDHA TOMMI SASMITA, PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU ATAU 2015 MUSIK YANG DINYANYIKAN KEMBALI (COVER VERSIONS) SECARA KOMERSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala (v, 66), pp., bibl., app. ( Sanusi Bintang, S.H., M.L.I.S., LL.M. ) Berdasarkan Pasal 9 UUHC, setiap kegiatan pengumuman ciptaan milik orang lain wajib memperoleh izin dari pencipta dan melarang orang yang tidak memiliki izin untuk menggunakan suatu ciptaan secara komersial. Namun pada kenyataannya masih terjadi pelanggaran hak ekonomi dan hak moral pencipta terhadap lagu atau musik yang dinyanyikan kembali secara komersial pada konser, sehingga membuat pencipta lagu mengalami kerugian, baik secara materil maupun immateril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penerapan ketentuan perlidungan hak cipta lagu atau musik yang dinyanyikan kembali (cover versions) secara komersial dan bentuk pelanggaran hak cipta lagu atau musik yang dinyanyikan kembali dalam praktek. Penelitiaan ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Pendekatan yuridis normatif dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari bahan hukum dalam peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, jurnal, buku dan situs internet yang berhubungan dengan objek penelitian. Pendekatan yuridis empiris yaitu dengan melakukan penelitian lapangan guna mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden dan informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hak cipta lagu atau musik yang dinyanyikan kembali (cover versions) secara komersial belum berjalan sesuai dengan maksud Undang-Undang. Berdasarkan Pasal 83 ayat (4) menyatakan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pencatatan perjanjian lisensi diatur dengan PP. Tetapi sampai saat ini belum dikeluarkan PP mengenai hal tersebut. Pasal 19 UUHC menyatakan bahwa hak cipta yang dimiliki pencipta yang belum, telah, atau tidak dilakukan pengumuman, pendistribusian, atau komunikasi setelah penciptanya meninggal dunia menjadi milik ahli waris atau milik penerima wasiat dan ketentuan ini tidak berlaku jika hak tersebut diperoleh secara melawan hukum. Di Banda Aceh, masih didapat penyanyi yang menyanyikan kembali lagu atau musik milik orang lain secara komersial tanpa meminta izin dari pencipta ataupun ahli warisnya. Pengumuman ciptaan milik orang lain ini dilakukukan secara langsung ataupun melalui media lainnya untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri, tanpa memperhatikan hak pencipta yang terkandung dalam setiap ciptaan. Dalam penelitian ini disarankan kepada pemerintah untuk mengeluarkan PP mengenai lisensi agar pengguna hak cipta dapat melaksanaan perjanjian lisensi sebagaimana mestinya. Dan kepada pelaku cover versions yang menggunakan ciptaan milik orang lain secara komersial untuk memperoleh izin dari pencipta, izin tersebut dapat diperoleh antara lain melalui mekanisme lisensi dan pembayaran royalti sebagaimana diatur UUHC dengan tetap memperhatikan hak-hak yang terkandung dalam suatu ciptaan. Terkait pencipta telah meminggal dunia, penyanyi dapat meminta izin kepada ahli waris atau lembaga yang diberikan kuasa oleh pencipta untuk mengelola royalti dari ciptaan tersebut.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS PELANGGARAN HAK MORAL PENCIPTA ATAS LAGU YANG DINYANYIKAN ULANG (COVER LAGU) DENGAN PERUBAHAN TANPA IZIN PENCIPTA (Sri Maulina, 2016)

PELANGGARAN HAK CIPTA OLEH PENYEDIA JASA USAHA FOTOCOPY DI BANDA ACEH TERHADAP UNDANG-UNDANG HAK CIPTA (PRILLYCIA RIVINA, 2018)

PERLINDUNGAN HAK MORAL DAN HAK EKONOMI CIPTAAN LAGU DAN/ATAU MUSIK ASING DALAM UUHC TAHUN 2014 (Santi Nurmaidar, 2016)

PENGALIHAN HAK EKONOMI PENCIPTA LAGU MELALUI PEWARISAN (STUDI PADA LAGU-LAGU ACEH) (WIDIYA FITRIANDA, 2018)

PERLINDUNGAN KARYA DERIVATIF FANFIKSI DI INTERNET BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA (NINA FAJRI RISKY, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy