//

STUDI KEBERADAAN DAN SEBARAN BADAK SUMATERA (DICERORHINUS SUMATRENSIS) DI SAMARKILANG, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (KEL)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RIDHA FAZLURRAHMAN AB - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penelitian tentang “Studi Keberadaan dan Sebaran Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)” telah dilakukan di Samarkilang, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) mulai Juni hingga Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan sebaran badak sumatera di Samarkilang, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Penelitian dilakukan di dalam wilayah yang dibagi menjadi enam grid berukuran 4 km² dengan menggunakan modifikasi metode capture mark recapture (CMR) dengan menggunakan kamera penjebak (trapping camera) dan identifikasi temuan jejak tapak kaki. Parameter yang diukur adalah jumlah individu, kelompok usia (kohort) dan perkiraan keberadaan badak sumatera. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Samarkilang, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) terdapat dua lokasi yang dihuni oleh badak sumatera, yaitu di kawasan pegunungan Karang Putih dan Kawasan Pegunungan Jamur Kite. Tanda-tanda keberadaan badak sumatera ditemukan dalam bentuk jejak tapak kaki, bekas gesekan cula dan bekas kubangan yang ditinggalkan. Berdasarkan hasil penelitian diperkiraan badak sumatera yang ditemukan adalah satu individu badak sumatera dewasa. Data kamera penjebak tidak ditemukan rekaman kehadiran badak sumatera di lokasi penelitian. Kata kunci: Badak sumatera, Sebaran, Samarkilang, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). ABSTRACT Research on "Study of Existence and Distribution of The Sumatran Rhino (Dicerorhinus sumatrensis)" has been performed in Samarkilang, the Leuser Ecosystem (KEL) from June to December 2014. This study aims to determine the presence and distribution of the sumatran rhino in Samarkilang, the Leuser Ecosystem. The study was conducted in the area which is divided into six grids measuring 4 km² using a modified method of Capture Mark Recapture (CMR) by using camera trap and identification of finding traces of footprints. The parameters measured were the number of individuals, age groups (cohorts) and approximate whereabouts of the sumatran rhino. Data were analyzed descriptively shown in the form of figures and tables. The results showed that in Samarkilang, the Leuser Ecosystem, there are two locations inhabited by sumatran rhino, which is in the mountains of Karang Putih and Jamur Kite. Sign of the sumatran rhino is found in the form of a trail of footprints, attrition horn and former puddles left. Based on the results estimated sumatran rhino is one individual who found an adult sumatran rhinoceros. Data not found a camera trap footage of the sumatran rhino's presence at the sites. Keywords: Sumatran rhinoceros, Distribution,Samarkilang, the Leuser Ecosystem (KEL).

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI HABITAT BADAK SUMATERA (DICERORHINUS SUMATRENSIS)DI KAWASAN HUTAN SAMARKILANG KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (Mukhlis Ramadhan, 2015)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENTERIK PATOGEN PADA BADAK SUMATERA (DICERORHINUS SUMATRENSIS) DI SUAKA RHINO SUMATERA (SRS), TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS (TNWK), LAMPUNG (RENJI MAILISAWAHYUNI, 2018)

KEBUN BINATANG HABITAT LEUSER ACEH BESAR TEMA : ARSITEKTUR EKOLOGIS (Raisha Ulfa, 2017)

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOSRNYANG BERASOSIASI DENGAN EKOSISTEM MANGROVE RNDI PERAIRAN KUALA LANGSA RNKOTA LANGSA (MUHADHIR, 2015)

PERBANDINGAN KEANEKARAGAMAN DAN DOMINANSI JENIS BURUNG PADA TIGA EKOSISTEM YANG BERBEDA DI KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA (NADIA FITRIA, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy