//

KAJIAN BEBAN KENDARAAN PADA KONSTRUKSI JALAN MENGGUNAKAN WEIGH IN MOTION (WIM) PADA JALAN NASIONAL LINTAS BARAT ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rita Martina - Personal Name
SubjectROADS- ENGINEERING
TRANSPORTATION
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

Infrastruktur jalan memegang peranan penting sebagai prasarana transportasi darat di Aceh. Mobilitas arus transportasi lintas Barat Provinsi Aceh terus meningkat tiap tahunnya. Sehingga konstruksi jalan dari waktu ke waktu mengalami pembebanan (volume lalulintas dan beban sumbu) yang terus meningkat. Penambahan beban lalulintas mengakibatkan tingkat kerusakan terhadap konstruksi jalan semakin meningkat. Artinya, penambahan beban tersebut akan sangat mempengaruhi umur layan jalan yang menjadi jauh lebih pendek. Kerusakan dini dengan segera dapat terjadi, apabila beban lalulintas melebihi beban standar rencana. Sehingga perlu dilakukan kajian terhadap beban kendaraan pada konstruksi jalan lintas Barat Provinsi Aceh menggunakan Weigh In Motion (WIM). Tujuannya untuk mengidentifikasi kondisi aktual beban kendaraan pada konstruksi jalan (volume lalulintas dan beban sumbu) yang terjadi pada ruas jalan Bts. Kota Banda Aceh-Aceh Barat dan ruas jalan Bts. Kota Meulaboh-Kuala Tuha dan mengkaji kebijakan pemerintah terhadap manajemen pemeliaraan jalan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, Weigh In Motion digunakan sebagai alat pengumpulan data primer. Data yang diukur oleh WIM antara lain data jenis kendaraan, kecepatan, panjang kendaraan, konfigurasi berat dan jarak sumbu kendaraan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memperoleh nilai Faktor Perusak Jalan (Vehicle Damage Factor – VDF) dari tiap jenis kendaraan. Dari hasil perataan selama pengukuran beban sumbu diperoleh faktor Equivalent Standard Axle (ESA) rata-rata dari setiap jenis kendaraan untuk masing-masing ruas jalan yang ditinjau. Hasil penelitian ini adalah nilai ESA rata-rata skenario aktual lebih besar dibandingkan dengan nilai ESA skenario perencanaan yaitu pada kategori baik yaitu antara 4-8, tepatnya dengan nilai 5,03 dan 4,01. Sedangkan nilai Surface Distress Index (SDI) kurang dari 50 m/km, dimana titik Simpang Rima bernilai 0,00 m/km dan titik Kuala Tuha bernilai 35,83 m/km. Pemeliharaan jalan di titik Simpang Rima (Km 7 +100) dan Kuala Tuha (Km 255 +000) dilakukan secara rutin. Kata kunci : Beban kendaraan, konstruksi jalan, Weigh In Motion (WIM)

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS DAMPAK BEBAN BERLEBIH KENDARAAN TERHADAP UMUR RENCANA PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS JALAN NASIONAL LINTAS TIMUR ACEH) (Syafriana, 2015)

PENGARUH BEBAN KENDARAAN TERHADAP BIAYA PEMELIHARAAN JALAN NASIONAL DI PROVINSI ACEH (STUDI KASUS JALAN NASIONAL LINTAS TIMUR RUAS JALAN LAMBARO – BATAS PIDIE) (Denny Firdaus, 2018)

PENGARUH BEBAN BERLEBIH ANGKUTAN TRUK TERHADAP UMUR RENCANA JALAN (STUDI KASUS JALAN BANDA ACEH – MEULABOH KM. 69 S/D KM. 150) (ANDRIS WANDI, 2015)

PERANCANGAN DAN PENGUJIAN PIRANTI PEMANTAUAN VISUAL UNTUK MENENTUKAN VOLUME LALU LINTAS (Alfina, 2016)

ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN BIAYA WAKTU PADA JALAN ALTERNATIF MENDALE – SIMPANG KRAFT KABUPATEN ACEH TENGAH (Eka Satrya Putra, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy