//

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI LOKASI PABRIK KOPI (STUDI KASUS DI PABRIK KOPI KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN KABUPATEN ACEH TENGAH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muhammad Kasim Azwir - Personal Name
SubjectCOFFEE - AGRICULTURE
NOISE
Bahasa Indonesia
Fakultas fakultas teknik pertanian
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

Pabrik kopi adalah tempat dimana manusia bekerja untuk mengolah gabah kopi menjadi produk yang siapdiperdagangkan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Pabrik kopi tidak hanya memberikan nilai positif seperti memudahkan petani untuk pengolahan dan pemasaran akan tetapi pabrik juga dapat memberikannilai negatif seperti polusi suara yang dihasilkan oleh pabrik. Analisis kebisingan telah banyak dilakukan pada industri lain seperti penggilingan padi, pabrik semen dan tambang emas banyak yang menyimpulkan bahwa ratusan pekerja industri mengalami gangguan pendengaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan serta memetakan penyebarannya menggunakan Golden Surfer 9 dan mengetahui waktu aman untuk bekerja di pabrik berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-51.MEN/1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor. 48-Tahun 1996. Penelitian dilakukan di Pabrik Kopi Baburrayyan Kabupaten Aceh Tengah. Alat utama yang digunakan untuk mengukur intensitas kebisingan adalah Sound Level Meter, adapun alat pendukung lainnya yang digunakan antara lain Stopwatch, meteran, komputer dan alat-alat tulis lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di pabrik kopi baburayyan diperoleh data kebisingan sebagai berikut: 1) rata-rata tingkat kebisingan di ruang proses adalah sebesar 86,5 dB, untuk tingkat kebisingan L1 sebesar 86 dB, L2 sebesar 85,8 dB dan L3 sebesar 85,9 dB. 2) rata-rata tingkat kebisingan di ruang baru atau loadingadalah sebesar 82,2 dB, untuk tingkat kebisingan L1 adalah sebesar 81,7 dB, L2 sebesar 81,7 dB dan L3 sebesar 81,6 dB. Tingkat kebisingan tersebut menyatakan nilai yang mewakili besarnya tingkat kebisingan dalam pabrik yang diukur dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB, besarnya intensitas suara yang terus berubah selama selang waktu karena dipengaruhi adanya aktifitas kerja dan adanya pergerakan angin. Tingkat kebisingan lebih tinggi ruang proses dari pada kebisingan yang terjadi di ruang baru karena pengolahan kopi yang banyak dilakukan di ruang proses terdapat empat mesin pengolah yaitu catador grader, densimetrik dan conveyor, di ruang baru sumber bising hanya dari satu mesin yaitu mesin blanding yang menghasilkan suara selainnya dari pekerjaan manual seperti penimbangan gabah dan sortasi manual. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi kepada Pabrik Kopi Baburrayyan seperti sosialisasi tentang waktu yang aman untuk bekerja dan berada di daerah bising yaitu waktu yang aman untuk bekerja di pabrik kopi di ruang proses tidak lebih dari 8 jam/hari dan di ruang baru juga tidak lebih dari 8 jam/hari. Menurut KepMen-LH-No.48-Tahun 1996 tingkat kebisingan untuk industri yang dianjurkan 70 dB akan tetapi intensitas suara di Pabrik Kopi Baburrayyan melebihi dari 70 dB bahkan paling rendah mencapai 75 dB, oleh karena itu tingkat kebisingan di pabrik tersebut belum sesuai berdasarkan KepMen-LH-No.48-Tahun 1996.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI LOKASI PABRIK KOPI (STUDI KASUS DI PABRIK KOPI KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN KABUPATEN ACEH TENGAH) (Muhammad Kasim Azwir, 2015)

PROSOPOGRAPHY KEHIDUPAN PEREMPUAN PENYORTIR BIJI KOPI DI KOPERASI BAITUL QIRADH (KBQ) BABURRAYYAN KAMPUNG WEH NAREH KECAMATAN PEGASING KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2002-2016 (Erida Sapriani, 2017)

ANALISA SUPPLY CHAIN RISK MANAGEMENT MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA SUPPLY CHAIN PRODUKSI KOPI (STUDI KASUS : KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN ACEH TENGAH) (Dira Farhani, 2017)

PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR®) (STUDI KASUS KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN) (Raysa Aleyzia, 2018)

ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PENGOLAHAN KOPI ARABIKA EKSPOR DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Peggi Epaga, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy