//

ANALISIS KINERJA JALAN DAN JEMBATAN KRUENG CUT UNTUK MENGURANGI BEBAN VOLUME JEMBATAN LAMNYONG(STUDI KASUS JALAN MALAHAYATI-JALAN UTAMA RUKOH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Lisa Aditya - Personal Name
SubjectROADS - TRANSPORTATION SERVICES
BRIDGES - TRANSPORTATION SERVICES
Bahasa Indonesia
Fakultas teknik
Tahun Terbit 2015

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Transportasi darat merupakan yang paling umum digunakan dalam pergerakan orang dan barang karena kemudahan mengaksesnya. Akibatnya jumlah pengguna jalan setiap hari semakin bertambah sehingga menimbulkan kemacetan pada ruas-ruas jalan tertentu. Jembatan Krueng Cut merupakan jembatan yang paling sering dilewati oleh kendaraan berat karena merupakan akses salah satu akses menuju Pelabuhan Peti Kemas Malahayati Kabupaten Aceh Besar. Jembatan ini juga menjadi jalan alternatif menuju Darussalam, pusat pendidikan dan komplek perumahan yang selama ini pengguna jalan lebih memilih menggunakan Jembatan Lamnyong, sehingga sering terjadi kemacetan pada Jembatan Lamnyong. Perencanaan pelebaran Jalan Malahayati dan Jembatan Krueng Cut dari 6,0 meter menjadi 19,20 meter diperkirakan dapat melancarkan arus lalu-lintas serta dapat menjadi alternatif bagi pengguna Jembatan Lamnyong untuk beralih ke Jembatan Krueng Cut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja pada Jalan Malahayati menuju UIN Ar-Raniry secara eksisting dengan penerapan beberapa tahap skenario. Skenario tahap 1 adalah dengan mengasumsikan Jalan Malahayati dan Jembatan Krueng Cut sudah dilebarkan ditambah dengan perhitungan terjadinya pertumbuhan lalu lintas selama 2 tahun (2014-2016). Skenario tahap 2 adalah dengan mengasumsikan 10% dari dosen UIN Ar-Raniry dan Akper Tjoet Nya’ Dhien beralih ke Jembatan Krueng Cut. Skenario tahap 3 adalah 20% dari pegawai dan mahasiswa UIN Ar-Raniry dan Akper Tjoet Nya’ Dhien beralih ke Jembatan Krueng Cut. Analisis kinerja jalan ini menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Data primer volume lalu-lintas, hambatan samping, waktu tempuh, dan geometrik jalan. Sedangkan data skunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil yang diperoleh untuk kondisi eksisting pada ruas jalan melewati Jembatan Krueng Cut yang dibagi menjadi menjadi empat segmen derajat kejenuhan (DS) rata-rata eksisting adalah 0,47 dengan waktu tempuh rata-rata 8,2 menit sedangkan kondisi eksisting Jembatan Lamnyong memiliki derajat kejenuhan 0,80 dengan waktu tempuh 6,8 menit. Dengan melakukan ketiga tahapan skenario, didapatkan derajat kejenuhan Jembatan Lamnyong menjadi 0,40 dengan waktu tempuh 5,2 menit. Jumlah peminat yang akan beralih akan lebih

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS KINERJA JALAN TERHADAP PELEBARAN JEMBATAN LAMNYONG BANDA ACEH (Novia Rezeki M, 2017)

ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN NILAI WAKTU PERJALANAN DI RUAS JALAN SIMPANG LAMREUNG – DARUSSALAM (FARHAN ANWAR FUADI, 2014)

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN PADA JEMBATAN (BOTTLENECK) TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS : JEMBATAN LAMNYONG, JALAN TEUKU NYAK ARIEF BANDA ACEH) (A R I A D I, 2016)

ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN WAKTU PERJALANAN(STUDI KASUS : PENUTUPAN MEDIAN BUNDARAN LAMNYONG DAN PEMILIHAN RUTE MELALUI JALAN INOENG BALE DARUSSALAM) (M. Yasir Arafat, 2014)

ANALISIS KINERJA LALU LINTAS DI JEMBATAN BERDASARKAN MKJI 1997 DAN PERSEPSI MASYARAKAT (STUDI KASUS JEMBATAN KEUTAPANG BANDA ACEH) (muhammad arief pribadi, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy