Search :
Advance

ZULKARNAINI. KONDISI SOSIAL EKONOMI TUNANETRA YANG BEKERJA SEBAGAI TUKANG PIJAT DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh : Fakultas FISIPOL Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

ABSTRAK Penyandang tunanetra bekerja sebagai tukang pijat atau pengemis di Banda Aceh. Hal ini dikarenakan sulitnya lapangan pekerjaan yang tersedia khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Selain itu masalah dunia usaha yang masih belum secara tepat diatasi oleh pemerintah Kota Banda Aceh sehingga penyandang tunanetra tidak ada pilihan lain selain bekerja sebagai tukang pijat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan tunanetra memilih pekerjaan sebagai tukang pijat dan mengetahui kondisi kehidupan sosial ekonomi tunanetra di Kota Banda Aceh. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah angket, observasi dan dokumentasi. Pendekatan penelitian ini dilakukan secara kuantitatif deskriptif sesuai dengan data yang dibutuhkan. Data penelitian ini juga diperoleh dari responden sebagai informan penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penyebab tunanetra lebih memilih pekerjaan yang berprofesi sebagai tukang pijat adalah karena mereka umumnya kurang mendapat perioritas untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Lebih memilih profesi tukang pijat karena mereka mempunyai keahlian memijat, adanya pelatihan khusus memijat, sudah lama bekerja sebagai tukang pijat, mempunyai modal sendiri dan adanya bantuan pemerintah. Kondisi sosial tunanetra di kota Banda Aceh para tunanetra ialah kurang menjadi perioritas untuk berpatisipasi dalam kegiatan masyarakat. Namun masyarakat mendukung usaha pijat tunanetra. Pendidikan para tunanetra tingkat SDLB, SMPLB dan SMALB. Kondisi ekonomi tunanetra kota Banda Aceh berpenghasilan rata-rata antara Rp. 20.000,- s/d 150.000 per hari, Adanya dukungan keluarga untuk usaha pijat, pengeluaran rata-rata antara Rp. 20.000 s/d 150.000.- per hari, dengan demikian kebutuhan sehari-hari belum tentu tercukupi. Saran bagi lembaga pemerintah agar menciptakan dan membuka peluang kerja bagi penyandang tunanetra demi untuk kesetaraan hidup dalam bermasyarakat. Serta memberikan pelatihan profesi lain sehingga mereka bisa memilih pekerjaan lain selain tukang pijat. Dengan seperti ini mereka dapat hidup lebih memadai layaknya seperti manusia normal lainnya. Bagi penyandang tunanetra agar memilih pekerjaan lain yang pedapatannya melebihi dari sebelumnya seperti membuat kerajinan tangan dan keahlian lain yang sesuai dengan keadaan dirinya. Kata Kunci: Penyandang tunanetra, pekerjaan dan kondisi sosial ekonomi, perkotaan

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan mengisi Form LSS di bawah.

Literature Searching Service


Tulisan yang relevan

PENGALAMAN PASIEN POST STROKE DALAM MENJALANI TERAPI PIJAT ALTERNATIF DI KOTA LHOKSEUMAWE (Luqman, 2017) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

HUBUNGAN ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK KELAS VI SD NEGERI 31 KOTA BANDA ACEH HUBUNGAN ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK KELAS VI SD NEGERI 31 KOTA BANDA ACEH HUBUNGAN ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK KELAS VI SD NEGERI 31 KOTA BANDA ACEH (BUSTAMI, 2014) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

RANCANG BANGUN PENENTU ARAH DENGAN RAMBU PADA KORIDOR UNTUK PENYANDANG TUNANETRA DENGAN OUTPUT SUARA BERBASIS RASPBERRY PI (Fadli, 2017) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA ILEGAL DI BANDA ACEH (Cildina mutiara, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI RELOKASI ( STUDI KASUS DESA BLANG BEURANDANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT ) (SyarifahWilia A, 2016) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

Kembali ke halaman sebelumnya