Search :
Advance

Muhammad Syahril. ANALISIS KONDISI MUTU FISIK BIJI KOPI ARABIKA GAYO DALAM SEPULUH TAHUN TERAKHIR. Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Kopi Arabika Gayo merupakan salah satu kopi unggulan Indonesia di pasar domestik maupun internasional karena memiliki karakteristik citarasa kopi yang spesifik dan telah banyak diekspor ke luar negeri. Pada umumnya mutu kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti varietas, iklim, ketinggian tempat, kesesuaian lahan, serta penanganan pra dan pasca panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan mutu fisik biji kopi Arabika Gayo dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2004 2013). Penelitian ini dilakukan dengan metode menganalisa data sekunder di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Data akan diklasifikasikan berdasarkan ketinggian tempat tumbuh dan tahun. Data-data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil survey data menunjukkan bahwa kadar air biji kopi di tingkat petani, pengumpul atau koperasi cenderung menurun. Pada tahun 2004 kadar air sebesar 18,61% sedangkan tahun 2013 menurun hingga 16,10%. Hasil survey data menunjukkan bahwa tingkat cacat biji kopi cenderung meningkat. Pada tahun 2004 tingkat cacat biji kopi sebesar 13,24% sedangkan pada tahun 2013 meningkat hingga 18,89%. Dari data survey diketahui bahwa ukuran biji screen 16 relatif konstan setiap tahunnya. Pada tahun 2004 persentase ukuran biji kopi sebesar 54,92% pada tahun 2013 persentase ukuran biji kopi menurun menjadi 55,27%. Gayo Arabica coffee is one of the leading Indonesian coffee in the domestic and international markets as it has the characteristics of a specific coffee flavors and has been widely exported abroad. In general, the quality of coffee is influenced by several factors such as variety, climate, altitude, land suitability, as well as pre and post-harvest handling. This study aims to determine the development of physical quality Arabica coffee beans Gayo within the last ten years (2004 to 2013). This study was conducted by analyzing secondary data in Aceh Tengah and BenerMeriah district. Data will be classified by altitude grows and years. The data that have been collected was processed and analyzed using descriptive analysis. Results of survey data showed that the moisture content of the beans at the farm level, the collector or cooperatives tend to decline. In 2004 the water content of 18.61%, while in 2013 decreased to 16.10%. Results of the survey data showed that the rate of defective coffee beans tend to increase. In 2004 the rate of defective coffee beans amounted to 13.24%, while in 2013 increased to 18.89%. From the survey data, it is known that seed size screen 16 relatively constant each year. In 2004 the percentage of the size of the coffee beans by 54.92%, while in 2013 the percentage of the size of coffee beans fell to 55.27%.

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan mengisi Form LSS di bawah.

Literature Searching Service


Tulisan yang relevan

PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP MUTU KOPI ARABIKA GAYO (Kaswindi, 2017) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

ANALISIS KONDISI MUTU FISIK BIJI KOPI ARABIKA GAYO DALAM SEPULUH TAHUN TERAKHIR (Muhammad Syahril, 2016) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

ANALISIS MUTU FISIK DAN CITARASA BEBERAPA VARIETAS KOPI ARABIKA GAYO AKIBAT PENUNDAAN PROSES PULPING (Intan Purnama Sari, 2016) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

PENGARUH PERENDAMAN DALAM SEDUHAN KOPI ARABIKA GAYO TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER (CUT RINI HARDYANTI, 2016) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KOPI ARABIKA GAYO (Pinta Lestari, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

Kembali ke halaman sebelumnya