ALFIYATUL RAHMI. KESIAPSIAGAAN GURU DALAM MENGHADAPI BENCANA RNGEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI SEKOLAH DASAR RNNEGERI DI WILAYAH KECAMATAN MEURAXA RNDAN KUTA ALAM: A COMPARATIVE STUDY. Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, 2015

Abstrak

Kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi universitas syiah kuala fakultas keperawatan skripsi 29 juni 2015 xv halaman + 60 halaman + vi bab + 8 tabel + 1 skema + 19 lampiran alfiyatul rahmi 1107101020117 kesiapsiagaan guru dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di sekolah dasar negeri di wilayah kecamatan meuraxa dan kuta alam : a comparative study abstrak kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami sangat dibutuhkan oleh guru, karena memiliki peran yang sangat penting apabila gempa dan tsunami terjadi di sekolah dan saat jam pelajaran berlangsung. guru dapat memberi pengarahan yang sesuai kepada siswa seperti cara evakuasi dan penyelamatan diri, maka hal ini dapat mengurangi resiko korban jiwa. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kesiapsiagaan guru di sekolah siaga bencana dan non siaga bencana berdasarkan empat parameter yaitu pengetahuan dan

Baca Juga : KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT ‘DESA SIAGA BENCANA’ DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH (Febriana, 2016) ,

Baca Juga : IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SMA NEGERI 2 KLUET UTARA MENJADI SEKOLAH SIAGA BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (FADLI SUHADA, 2015) ,

p, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini dan mobilisasi sumberdaya. jenis penelitian adalah comparative dengan desain cross sectional study. sampel adalah seluruh guru pns di sdn 13, sdn 2, sdn 7 kecamatan meuraxa dan sdn 27, sdn 20, sdn 36 kecamatan kuta alam kota banda aceh sebanyak 81 orang dengan menggunakan total sampling. menggunakan kuesioner yang telah dikembangkan oleh lipi-unesco. analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat: independent t-test. hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan guru di sekolah siaga bencana memiliki rata-rata 90,05 (sd 5,93) sementara sekolah non siaga bencana memiliki rata-rata 71,69 (sd 11,25), terdapat perbedaan kesiapsiagaan guru di sekolah siaga bencana dan non siaga bencana. kesimpulan penelitian adalah guru di sekolah siaga bencana lebih siap menghadapi bencana dibandingkan guru di sekolah non siaga bencana. direkomendasikan kepada sekolah siaga bencana untuk dapat mempertahankan kesiapsiagaannya dan sekolah non siaga bencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan terkait bencana gempa bumi dan tsunami. kata kunci : kesiapsiagaan, guru, sdn siaga bencana, sdn non siaga bencana, gempa, tsunami daftar bacaan : 5 buku + 4 skripsi + 2 tesis + 10 jurnal vi ministry of research, technology and higher education syiah kuala university faculty of nursing mini thesis 29 june 2015 xv + 60 pages + vi chapters + 8 tables + 1 scheme + 19 appendices alfiyatul rahmi 1107101020117 teachers’ preparedness to earthquake and tsunami disaster in state primary school in meuraxa and kuta alam sub-districts: a comparative study abstract teachers need preparedness face earthquake and tsunami disaster, because they have a very crucial role if the earthquake and tsunami occur in school during school time. teachers are able to give appropriate briefing for student such as the way to evacuate and self-preservation, therefore it can decrease the risk of casualties. the aim of the research was to identify comparison between teachers’ preparedness in disaster preparedness school and non disaster preparedness school based on four parameters i.e knowledge and behavior, emergency response plan, early warning system, and resource mobilization. the type of the research was comparative with cross sectional study design. samples were all civil servant teachers in sdn 13, sdn 13, sdn 2, sdn 7 in meuraxa sub-district and sdn 27, sdn 20, sdn 36 in kuta alam sub-district banda aceh city i.e 81 people using total sampling. using questionaire developed by lipi-unesco. analysis data was used univariate and bivariate: independent t-test. result of the reasearch showed that teachers’ preparedness in disaster preparedness school has average 90,05 (sd 5,93), while non disaster preparedness school has avarage 71,69 (sd 11,25). there was difference teachers’ preparedness between disaster preparedness school and non disaster preparedness school. the conclusion of the research is teachers in disaster preparedness school more prepared than teachers in non disaster preparedness school. it is recommended for disaster preparedness school to keep its preparedness and for non disaster preparedness school to improve its preparedness to face earthquake and tsunami disaster. keywords : preparedness, teachers, disaster preparedness state primary school, non disaster preparedness state primary school, earthquake, tsunami references : 5 books + 4 mini thesis + 2 thesis + 10

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan mengisi Form LSS di bawah.

Literature Searching Service



Tulisan yang relevan

ANALISIS KERENTANAN BANGUNAN GEDUNG DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI KECAMATANRNKUTA ALAM BANDA ACEH (Widya Soviana, 2015) ,

PENGARUH METODE SIMULASI PENGURANGAN RISIKO BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA GEMPA BUMI DI SD ULEE PAYA PULO BREUH RNACEH BESAR (POCUT ZAIRIANA FINZIA, 2015) ,

PERAN GURU GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH (SIGNORINA KASVIA, 2019) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi