Search :
Advance

LISADIANTI. PENILAIAN TINGKAT KERUSAKAN DAERAH PANTAI DAN PRIORITAS PENANGANANNYA RN(STUDI KASUS PADA SATUAN WILAYAH PENGAMANAN PANTAI (SWPP) BANDA ACEH. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2015

Abstrak

PENILAIAN TINGKAT KERUSAKAN DAERAH PANTAI DAN PRIORITAS PENANGANANNYA (Studi Kasus Pada Satuan Wilayah Pengamanan Pantai (SWPP) Banda Aceh) Oleh : Lisadianti NIM. 1209200060048 Komisi Pembimbing : 1. Dr. Ella Meilianda, ST., MT. 2. Dr. Ir. Masimin, M.Sc ABSTRAK Permasalahan daerah pantai adalah terjadinya kerusakan pantai baik karena faktor alami seperti pengaruh proses hidro-oseanografi maupun karena aktivitas manusia. Penilaian tingkat kerusakan pantai merupakan bagian dari perencanaan pada salah satu aspek pengelolaan pantai yaitu aspek perlindungan/ pengamanan dalam rangka pengaturan, pencegahan, perlindungan dan rehabilitasi kerusakan lahan, bangunan, dan prasaran umum di daerah pantai. Penilaian tingkat kerusakan pantai dibutuhkan untuk menentukan prioritas kerusakan pantai yang memerlukan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian tingkat kerusakan daerah pantai dan prioritas penanganannya dengan studi kasus pada Satuan Wilayah Pengamanan Pantai Banda Aceh (SWPP Banda Aceh). Metodologi penelitian meliputi kegiatan pengumpulan data, analisis data, pembobotan tingkat kerusakan daerah pantai dan tingkat kepentingan, serta penentuan prioritas penanganannya. Parameter-parameter kerusakan pantai yang dianalisis meliputi jenis kerusakan lingkungan, kerusakan akibat erosi, abrasi dan kerusakan/kegagalan bangunan. Berdasarkan hasil penilaian kerusakan daerah pantai, penilaian tingkat kepentingan dan penentuan prioritas penanganan, didapatkan bahwa kerusakan daerah pantai untuk jenis kerusakan lingkungan adalah; segmen I berada pada prioritas A (sangat diutamakan). Segmen V, dan VI berada pada prioritas C (diutamakan), sedangkan segmen II, III, IV berada pada prioritas D (kurang diutamakan). Pada jenis kerusakan akibat erosi/abrasi dan kegagalan/keruntuhan bangunan, segmen III, IV, V dan VI berada pada prioritas A (amat sangat diutamakan). Segmen II berada pada prioritas C (diutamakan) dan segmen I berada pada prioritas D (kurang diutamakan). Penanganan yang disarankan adalah rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur, pengendalian pertumbuhan pemukiman dan bangunan di daerah pantai, terutama daerah sempadan pantai. Perlu adanya penyesuaian pembobotan penilaian kerusakan pada parameter kerusakan mangrove yang disesuaikan dengan kondisi mangrove di pantai Banda Aceh, serta pemantauan laju erosi secara berkala serta rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan pelindung pantai. Kata kunci : tingkat kerusakan pantai, prioritas penanganan pantai

Pengarang tidak dapat memberikan Full Text secara langsung, untuk mendapatkan full text silahkan mengisi Form LSS di bawah.

Literature Searching Service


Tulisan yang relevan

ANALISA DAN PEMETAAN PROTEKSI PANTAI PASCA BENCANA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Sri Azizah Nazhifah, 2014) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

PENILAIAN INDEKS KERENTANAN FISIKRNWILAYAH PESISIR PANTAI BARAT SELATAN ACEH (Shinta Agustin, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

PROSES PEMULIHAN GARIS PANTAI PASCA TSUNAMI DI SEKITAR KOTA MEULABOH, INDONESIA (Aminullah Hidayat, 2016) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI PASCA TSUNAMI DI WILAYAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR (nisful ahyar, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI PRA TSUNAMI DAN PASCA TSUNAMI DISEPANJANG PANTAI BARAT ACEH KAWASAN ACEH BESAR, ACEH JAYA DAN ACEH BARAT (Elly Nuraini, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

Kembali ke halaman sebelumnya