Rita Maryati. ANALISIS PERBANDINGAN KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP) DENGAN HUKUM ISLAM TERKAIT SANKSI/DASAR DAN PENGHAPUSAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2014

Abstrak

Rita maryati, analisis perbandingan kitab undang undanghukum pidana (kuhp) dengan hukum islam terkait sanksi/dasar dan penghapusan pidana dalam tindak pidana pembunuhan 2014 fakultas hukum universitas syiah kuala banda aceh (iv, 73) pp. bibl. (dr.mohd. din, s.h, m.h,.) pembunuhan merupakan tindak pidana dimana pelakunya diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (kuhp). begitu juga dalam hukum islam, pengaturan tentang tindak pidana pembunuhan ini diatur dalam alquran serta hadits nabi. penerapan mengenai tindak pidana pembunuhan di dalam kuhp dengan hukum islam tentu terdapat perbedaan-perbedaan. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjawab permasalahanmengenai konsep sanksi pidana pembunuhan yang diatur dalam kuhp dengan hukum islam serta apa saja hal-hal yang dapat menghapuskan sanksi tindak pidanapembunuhan dalam kuhp dan hukum islam. penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifatdeskriktif dengan menggunakan

Baca Juga : TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA TERHADAP ISTRI DAN ANAK KANDUNG (SUATU PENELITIAN HUKUM DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI MEULABOH) (Rahmad Ramadhan, 2018) ,

Baca Juga : TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MEULABOH) (MASDA ULFA, 2019) ,

ndekatan penelitian perbandingan. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahdata sekunder. data sekunder ini meliputi bahan hukum primer, bahan hukumsekunder dan bahan hukum tersier. teknik pengumpulan data yang digunakanadalah studi kepustakaan. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsep sanksi pidana dan penghapusan sanksinya. pembunuhan yang diatur dalam kuhp dapat berupa pidanamati, pidana penjara, pidana kurungan dan pidana tambahan. sedangkan dalam hukum islam sanksi dapat berupaqishash, diyat, kifarat, dan hukuman taízir, dalam hukum islam pemaafan dari keluarga korban dapat menghapuskan pidana. sedangkan dalam kuhp meskipun pelaku tindak pidana pembunuhan sudah mendapatkan pemaafan dari keluarga korban, proses hukumnya masih tetap berjalan karena yang menentukan hukumannya adalah negara. diharapkan dalam hal penghapusan hukumanpidanapositif seharusnya mengacu pada sistem penghapusan hukuman pidana islam, ini bertujuan untuk memberikan kemaslahatan dalam penegakan hukum. konpensasi seharusnya bisa didapatkan, karena tidak ada larangan mengajukan hukuman yang telah mempunyai hukum

Tulisan yang relevan

PERBARENGAN (CONCURSUS) PADA RNTINDAK PIDANA PEMBUNUHAN RN(SUATU PERBANDINGAN MENURUT KUHP DAN HUKUM ISLAM) (Zulfan , 2015) ,

TINDAK PIDANA PERCOBAAN PEMBUNUHAN BERENCANA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BIREUEN) (MUHAMMAD HANIF, 2019) ,

TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (ROSA OKVIANTI, 2017) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi