Rahmi Zuliyanda. INTERKONEKSITAS TINGKAT BUNGA (BI RATE), TINGKAT HARGA, JUMLAH UANG BEREDAR, KURS DAN PDB DI INDONESIA. Banda Aceh : Fakultas Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Interkoneksitas tingkat bunga (bi rate), tingkat harga, jumlah uang beredar, kurs dan pdb di indonesia oleh : rahmi zuliyanda nim : 1309200010062 pembimbing: 1. dr. aliasuddin, s.e, m. si 2. dr. chenny seftarita, s.e, m. si abstrak penelitian ini bertujuan melihat interkoneksitas antar variabel makro di indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. analisis ini didasarkan pada data kuartalan yang mencakup periode 2003q1-2017q1 dengan menggunakan vector error correction model (vecm). hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang tingkat bunga (bi rate), tingkat harga, jumlah uang beredar, kurs dan pdb mempunyai hubungan keseimbangan (hubungan kointegrasi). berdasarkan hasil granger causality yang dilakukan, dapat dilihat bahwa tidak ada variabel yang memiliki hubungan searah, hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitasnya berada di atas 0,05. terkait dengan impulse response function (irf), hasil studi menunjukkan bahwa dalam jangka

Baca Juga : ANALISIS HUBUNGAN VARIABEL MAKROEKONOMI DAN IHSG INDONESIA (RINI ROCHMANIZA, 2016) ,

Baca Juga : ANALISIS INFLASI DI INDONESIA: PERSPEKTIF DINAMIS (Sumarni, 2015) ,

anjang respon variabel gdp terhadap tingkat bunga direspon positif dan respon variabel lain yaitu inflasi, kurs dan jumlah uang beredar direspon negatif oleh gdp, respon tingkat harga terhadap jumlah uang beredar dan kurs direspon positif, di sisi lain respon tingkat harga terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat bunga direspon negatif, respon kurs terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat bunga direspon negatif namun jumlah uang beredar direspon positif oleh kurs sedangkan guncangan yang diberikan oleh tingkat harga direspon fluktuatif oleh kurs namun berangsur menurun pada periode ke 10, respon jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat bunga direspon positif dalam jangka panjang sebaliknya respon yang diberikan oleh tingkat harga dan kurs direspon negati dalam jangka panjang, respon tingkat bunga terhadap shock dari kurs, tingkat harga, jumlah uang beredar direspon secara positif, fluktuatif dan cendrung stabil pada akhir periode tetapi respon tingkat harga terhadap pertumbuhan ekonomi direspon negatif pada akhir periode. melihat besarnya pengaruh dari jumlah uang beredar terhadap respon variabel lainnya disarankan bagi bank indonesia (bi) untuk lebih bijak dalam menjaga stabilitas jumlah uang beredar serta harus sangat berhati-hati dalam menaikan maupun menurunkan tingkat suku bunga. kata kunci : tingkat bunga, tingkat harga, jumlah uang beredar, kurs dan pdb, vecm, kausalitas granger, kointegrasi, irf, fevd interconnection interest rate (bi rate), price level, money supply, exchange rate and gdp in indonesia name : rahmi zuliyanda student id : 1309200010062 academic advisor: 1. dr. aliasuddin, s.e, m. si 2. dr. chenny seftarita, s.e, m. si abstract this study aims to see interconnect between macro variables in indonesia both in the short and long term. this analysis is based on quarterly data covering the period 2003q1-2017q1 using the vector error correction model (vecm). the results show that in the long term the interest rate (bi rate), price level, money supply, exchange rate and gdp have a balance relationship (cointegration relationship). based on granger causality result, it can be seen that there are no variables that have direct relationship, this is proved by probability value is above 0,05. in relation to impulse response function (irf), the study shows that in the long run the response of gdp variable to the interest rate is responded positively and the response of other variables ie inflation, exchange rate and money supply responded negatively by gdp, price response to money supply and exchange rate responded positively, on the other hand response price level to economic growth and interest rate responded negatively, exchange rate response to economic growth and interest rate responded negative but money supply responded positively by exchange rate while shocks given by price level responded fluktuatif by rate but gradually decreased in the 10th period, the money supply response to economic growth and the interest rate responded positively in the long run otherwise the response given by the price level and the rate responded negati in the long term, the interest rate response to the shock of the exchange rate, the price level, the money supply was responded positive, fluctuating and tend to be stable at the end of the period but the response of the price level to economic growth responded negatively at the end of the period. considering the influence of the effect of the money supply on the response of other variables it is advisable for bank indonesia (bi) to be wise in maintaining the stability of the money supply and to be very careful in raising or lowering the interest rate. keywords: interest rate, price level, money supply, exchange rate and gdp, vecm, granger causality, cointegration, irf,

Tulisan yang relevan

KAUSALITAS JUMLAH UANG BEREDAR DAN TINGKAT SUKU BUNGA DAN PENGARUHNYA TERHADAP INFLASI DI INDONESIA (zahrul fuadi, 2016) ,

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA, KURS RUPIAH, DAN INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (STUDI KASUS PADA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008-2012) (Khairul Amni, 2014) ,

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI KOTA BANDA ACEH (FENNY SATIANI, 2014) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi