Usman. KERETA API ACEH-DELI (KAJIAN HISTORIS, POLITIK DAN EKONOMI PADA TAHUN 1876-1942). Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Kereta api aceh–deli (kajian historis, politik dan ekonomi pada tahun 1876–1942) usman (npm 1309300050017) promotor: prof. dr. said muhammad, m.a. kopromotor: dr. said musnadi, m.si., dr. husaini, m.a. doktor pendidikan ips darussalam, banda aceh april 2018 abstrak perkembangan kereta api aceh dan deli oleh pemerintah kolonial belanda untuk pertahanan militer, penyatuan kekuasaan dan transportasi angkutan umum di daerah takluknya baik dalam keadaan perang maupun damai untuk kepentingan sosial politik dan ekonomi di wilayah hindia belanda (1876–1942). tujuan penelitian ini adalah: (1) kajian historis dan perkembangan insfrastruktur perkeretaapian atjeh staats spoorwegen (ass) dan deli spoorwege maatschappij (dsm) dalam tindakan atau kebijaksanaan politik pemerintah hindia belanda, (2) peranan kereta api atjeh staats spoorwegen (ass) dan deli spoorwege maatschappij (dsm) masa kolonial dilihat dari segi kebutuhan masyarakat dengan perspektif teori embeddedness social bahwa

Baca Juga : STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN PRASARANA KERETA API PADA LINTASAN KRUENG GEUKUEH-KRUENG MANE (Ikbal Basri, 2018) ,

Baca Juga : URBAN TRANSPORTATION DI KOTA BANDA ACEH: KAJIAN TERHADAP EFISIENSI EKONOMI (Fakhrizal, 2014) ,

program kereta api dikehendaki oleh rakyat atau pemerintah belanda (1876–1942), dan (3) hubungan antara pengaruh transportasi kereta api aceh dan deli dalam pranata sosial politik kehidupan di masyarakat pada masa kolonial belanda. metodologi penelitian yaitu historis kritis dan pendekatan wawancara. sebagai metode historis kritis terdiri atas empat proses penelitian, yaitu mengumpulkan sumber, menafsirkan sumber, mengkritik sumber dan historiografi.selain itu, dengan menggunakan pendekatan wawancara guna memperoleh informasi di lapamgan. hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa transportasi di aceh dan deli bahwa pemerintah hindia belanda merancang kebijakan politik dan militer untuk membangun infrastruktur perkeretaapian di aceh dan deli agar lebih maju dan modern. selain itu pembangunan jalur transportasi kereta api di aceh telah membuka sebuah era baru yang disebut "politik perebutan" (peace of atjeh). selama masa (1920–1939) atjeh staats spoorwegen dan deli spoortwege maatschappij tersedia 108 lokomotif, 3.054 gerbong barang untuk mengangkut hasil komoditi ekspor tembakau yang berjumlah 59.491.551 bungkus, getah/latet yang berisi 15.712.131 ton, minyak sawit sebanyak 15.296.009 barrel, teh 83.000 ton, dan nilam 115 ton. angkutan penumpang umum adalah sebanyak 7.577.983 orang, dan terdapat pengaruh di sepanjang jalur rel kereta api muncul pemukiman baru dan kota–kota bertaraf nasional dan internasional (kutaraja dan medan). tahun 1940–1942, transportasi kereta api masih memiliki peran vital sebagai alat transportasi perang logistik atau pasukan infantri yang ditempatkan di posko strategis pada lintas stasiun, mulai dari perbatasan antara aceh dan deli dan akhirnya kereta api aceh–deli berhenti beroperasi pada tahun 1942. kata kunci: kereta api aceh–deli sarana politik dan ekonomi kolonial

Tulisan yang relevan

PENGARUH PENYEDIAAN TRANSPORTASI TERHADAP PARA WISATAWAN DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR (SITI SUHARTINA, 2018) ,

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA TRANSPORTASI PUBLIK TRANS KOETARADJA TERHADAP LABI-LABI (STUDI KASUS : TERMINAL KEUDAH - DARUSSALAM) (Muhajir, 2017) ,

EVALUASI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN DI KOTA MEULABOH (Rita Fazlina, 2016) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi