Jovan Sudharma Ns. ANALISIS PERLAKUAN JONT BALOK KOLOM TERHADAP BEBAN SIKLIK DENGAN PENAMBAHAN SENGKANG PADA JOINT SESUAI SK SNK T-15-1991-03. Banda Aceh : Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Joint balok-kolom merupakan komponen struktur utama yang berfungsi menghubung beban-beban struktur lainnya. daerah hubungan balok-kolom merupakan daerah kritis yang perlu didesain benar dan akurat sehingga mampu mendisipasi energi dengan baik pada saat terjadi gempa. sebagai komponen struktur dengan peran dan fungsi tersebut joint balok kolom menempati posisi penting dalam bangunan. kemampuan joint balok kolom untuk berdeformasi beban siklik pada daerah inelastis memberikan struktur yang baik, sehingga mampu meminimalisasi kerusakan yang terjadi akibat goyangan gempa bumi. kegagalan joint balok kolom berpengaruh langsung pada komponen struktur lain yang berhubungan dengannya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan struktur bangunan pada elemen joint balok kolom beton dalam menahan beban siklik dengan konfirgurasi tulangan sesuai dengan sk sni t-15-1991-03. benda uji berjumlah 1 (satu) didesain sesuai peraturan sk sni t-15-1991-03 dan benda uji ini dinamai dengan

Baca Juga : ANALISIS PERILAKU JOINT BALOK KOLOM TERHADAP BEBAN SIKLIK SESUAI DENGAN SNI 2847-2013 (Rachmat Nur Mahyuddin, 2018) ,

Baca Juga : ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN PADA TENGAH KOLOM DENGAN PENULANGAN TIDAK SIMETRIS (sahreza, 2014) ,

sni91dengan mutu beton 19,17 mpa. balok berukuran 30 x 40 x 120 cm, kolom berukuran 30 x 30 x 200 cm dengan menggunakan tulangan 814 mm dengan tegangan leleh (fy) 310,03 mpa dan tulangan sengkang 10-100 mm dengan tegangan leleh (fy) 374,59 mpa. pengujian dilakukan dengan memberikan beban siklik pada ujung balok dengan displacement 0,75 mm, 1,5 mm, 3 mm, 6 mm, 12 mm, 24 mm dan monotonik, hingga benda uji hancur. hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah dengan penggunaan konfirgurasi tulangan menurut sk sni t-15-1991-03 kapasitas beban siklik yang dihasilkan yaitu 6,97 tf (tekan) dan 5,09 tf (tarik) dengan nilai daktilitas sebesar 4,22 dan perpindahan maksimum setelah dilakukan pembebanan monotonik sebesar 50,98 mm. beban maksimum pengujian lebih besar dari pada beban teoritis yaitu 6.58 tf. pola retak yang terjadi lebih dominan membentuk retakan horizontal pada daerah tumpuan balok dengan retakan awal terjadi pada beban tekan 2,80 tf dan beban tarik 1,70 tf serta lebar retakan terbesar ialah sebesar 2,5

Tulisan yang relevan

ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN PADA TENGAH KOLOM DENGAN PENULANGAN SIMETRIS (Rahmad Hidayat, 2014) ,

ANALISIS PERILAKU GESER BALOK BETON RINGANRNBUSA BERTULANG DENGAN AGREGAT BONGKAHANRNCANGKANG SAWIT (HAYATI, 2014) ,

PERBANDINGAN BEBAN PONDASI PADA PERENCANAAN GEDUNG PARKIR BERLANTAI 4 DAN 6 DENGAN STRUKTUR BAJA (Khairudi, 2016) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi