RASYID ALKHOIR LUBIS. PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN LONGSOR MENGGUNAKAN SIG DENGAN METODE FUZZY LOGIC DI KECAMATAN LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Ringkasan bencana terus menerus terjadi dan meningkat seiring berjalan waktu. indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap terjadinya bencana seperti banjir, kekeringan, tsunami, gempa bumi, badai dan longsor. telah terjadi dan tercatat berbagai macam kerugian akibat bencana hingga menimbukan korban jiwa di berbagai daerah. pada penelitian ini mengkhususkan terhadap bencana longsor. longsor merupakan bencana peringkat tiga teratas yang terjadi selama tahun 2016 di indonesia. kabupaten aceh besar merupakan salah satu kabupaten provinsi aceh yang memiliki kategori longsor tinggi dan secara khusus kecamatan leupung merupakan salah satu kecamatan kabupaten aceh besar memiliki t opografi berbukit dan bergunung sehingga temasuk dalam kategori tinggi terhadap bencana longsor. penelitian ini bertujuan mengklasifikasi kategori tinggi tersebut kedalam klasifikasi tingkat kerawanan baru dan memetakannya guna mengetahui daerah sebaran masing

Baca Juga : PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE (FADHI MAIREZA PUTRA, 2018) ,

Baca Juga : ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN GAYO LUES (SUKRIZAL, 2019) ,

sing tingkat kerawanan longsor di kecamatan leupung. kedepannya, pengambilan kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dalam konteks pengembangan dapat mengacu kepada hasil penelitian ini dalam upaya mitigasi dan tangguh terhadap bencana longsor. adapun faktor faktor yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : curah hujan, kelerengan, jenis tanah, geologi dan penggunaan lahan. didalam mengklasifikasikan dan memetakan tingkat kerawanan longsor dilakukan menggunakan metode fuzzy logic dan penerapan sig. metode fuzzy logic merupakan metode yang menerapkan proses-proses berfikir manusia melalui perancangan suatu sistem pada perangkat lunak. setelah dilakukan pengolahan dan diperoleh hasil bahwa dari 16.828,38 ha luasan kecamatan leupung diperoleh empat kelas tingkat kerawanan longsor yaitu kategori sangat rendah seluas 893,55 ha (5,31 %), rendah seluas 5.954,14 ha (35,38 %), sedang 9.919,15 ha (58,94 %) dan tinggi seluas 61,54 ha (0,37 %). ditinjau dari faktor yang mempengaruhi longsor. faktor curah hujan, lereng, jenis tanah dan geologi dominan mempengaruhi tingkat kerawanan longsor. tetapi, secara relatif seluruh faktor saling berhubungan dan mempengaruhi sehingga merubah nilai kerawanan longsor dan tingkat kerawanan longsor yang dihasilkan. dari keenam desa di kecamatan leupung. desa lamseunia memiliki empat tingkat kerawanan longsor dan memiliki luasan terluas pada setiap tingkat kerawanan longsor dibandingkan dengan desa kecamatan leupung lainnya. sementara desa lainnya relatif hanya memiliki tingkat kerawanan sangat rendah, rendah dan sedang kecuali desa mesjid leupung yang juga memiliki tingkat kerawanan

Tulisan yang relevan

ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN LONGSOR DI PROVINSI ACEH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Muhammad Maksum, 2016) ,

PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA (Muliadi Sembiring, 2017) ,

IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN ACEH BARAT (Sri Widianalisa, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi