AKMAL MARDHATILLAH. PERBANDINGAN MODEL PROPAGASI OKUMURA HATA DAN COST 231 PADA JARINGAN LONG TERM EVOLUTION (LTE) DI KOTA SABANG. Banda Aceh : Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, 2018

Abstrak

Hingga dewasa ini, perkembangan teknologi komunikasi nirkabel terus berkembang dan teknologi generasi keempat yang dikenali sebagai long term evolution (lte) telah tersedia. keberadaan teknologi ini menjadi perhatian semua operator telekomunikasi di indonesia dan terus berupaya memperlebar daerah layanan berbasis teknologi lte. namun demikian, penyebarannya masih didominasi di kota besar, umumnya ibu kota provinsi. salah satu daerah yang cukup berpotensi, yaitu sabang yang terletak di pulau weh, layanan komunikasi seluler masih belum memuaskan dan ketersediaan layanan lte sangat dibutuhkan. untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan perencanaan daerah cakupan dengan menggunakan dua model propagasi, okumura hata dan cost 231. kedua model ini sesuai dengan teknologi yang bekerja pada frekuensi 1800 mhz, dimana regulasi di indonesia telah menetapkan layanan lte pada band frekuensi tersebut. untuk itu, dalam kajian ini perencanaan dilakukan perhitungan analitis dan kemudian simulasi area

Baca Juga : EVALUASI KINERJA VANET PADA BERBAGAI MODEL PROPAGASI MENGGUNAKAN SIMULATOR JARINGAN NS-3 (Agus Nursalam Kitono, 2014) ,

Baca Juga : STUDI KELAYAKAN INVESTASI ANGKUTAN UMUM RNDI KOTA SABANG (SAFRILA NOFIANTY, 2015) ,

kupan dengan software atoll. hasil yang diperoleh dari path loss yaitu model okumura hata lebih rendah dibandingkan dengan propagasi cost 231. pada simulasi coverage plot pada keseluruhan level daya terima menggunakan software atoll untuk level sinyal terbaik juga diperoleh pada propagasi okumura hata dengan area cakupan diperoleh 65%, sedangkan dengan menggunakan model propagasi cost 231, area cakupan hanya mencapai 6%. berdasarkan hasil ini dengan menggunakan model propagasi okumura hata, perencanaan daerah layanan komunikasi seluler untuk kota sabang dapat dibangun sehingga layanan lte dapat dinikmati oleh pelanggan. kata kunci: lte, okumura hata, cost 231, path loss, area

Tulisan yang relevan

ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN REHABILITASI DAN PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI MENGGUNAKAN “COST SIGNIFICANT MODEL” (STUDI KASUS : DINAS PENGAIRAN KABUPATEN ACEH TENGGARA) (Edwyn Akhsa, 2015) ,

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK INDOOR PROPAGASIRNWIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGANRNMENGGUNAKAN ACCESS POINT IEEE 802.11NRNDAN IEEE 802.11G (MUHAZIR RAHMAD, 2015) ,

ANALISIS FINANSIAL PADA USAHATANI CENGKEH RAKYAT DI DESA PAYA SENARA KECAMATAN SUKAKARYA KOTA SABANG (Maimun Salem, 2013) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi