Ridha Musafirah. KAJIAN ETNOBOTANI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) DI KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh : Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, 2017

Abstrak

Abstrak penelitian mengenai etnobotani melinjo (gnetum gnemon l.) di kabupaten pidie telah berlangsung dari bulan mei hingga bulan juli 2016. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait pemanfaatan melinjo oleh masyarakat pidie. penentuan lokasi penelitian dilakukan secara cuplikan sengaja (purposive sampling) di tujuh kecamatan di kabupaten pidie yaitu kecamatan pidie, simpang tiga, kembang tanjung, mutiara, glumpang baro, titeue, dan kecamatan keumala. metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode participatory rural appraisal (pra). hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi morfologi pada tajuk dan daun melinjo. melinjo bertajuk piramida dan lurus, variasi morfologi daunnya meliputi ukuran dan bentuk, yaitu berukuran kecil dan besar, dengan empat bentuk daun yaitu bulat, oval, dan jorong. melinjo telah dimanfaatkan oleh masyarakat pidie dalam kebutuhan pangan, papan, kayu bakar, adat istiadat, dan ekonomi. tingkat pemanfaatan yang tinggi

Baca Juga : AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAGING BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) (Una Fajriana, 2019) ,

Baca Juga : PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L.) TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS (GALLUS DOMESTICUS) (FARAH FAJARNA, 2019) ,

lah sebagai pangan. organ yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal pidie adalah akar, batang, daun, alat kelamin jantan dan betina (strobilus), dan biji. akar dan batang dimanfaatkan sebagai kayu bakar. batang juga dimanfaatkan dalam kebutuhan papan yaitu sebagai cetakan cor dan kulit batang sebagai tali. daun telah dimanfaatkan oleh masyarakat pidie dalam memenuhi kebutuhan pangan yaitu sebagai bahan masakan dan keripik daun. strobilus dimanfaatkan dalam kebutuhan pangan yaitu sebagai bahan dalam masakan. biji melinjo yang masih muda telah dimanfaatkan dalam kebutuhan pangan yaitu sebagai bahan masakan, sedangkan biji yang sudah tua diolah menjadi emping atau dalam bahasa aceh disebut kerupuk muling. emping telah menjadi jamuan wajib pada saat menjamu pengantin pria atau dalam bahasa aceh preh linto baro. semua organ melinjo dapat diperjual-belikan oleh masyarakat pidie dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. kata kunci : etnobotani, gnetum gnemon l., pidie. abstract research on ethnobotany melinjo (gnetum gnemon l) in pidie district was conducted from may to july 2016. the aim of this study was to obtain information related to the local usage of melinjo in pidie. the locations of the research were selected with (purposive sampling) in seven sub-districts in pidie, namely, simpang tiga, kembang tanjung, mutiara, glumpang baro, titeue, and keumala. the data were collected using participatory rural appraisal (pra). the results showed that there are variations in the canopy and leaf morphology melinjo. melinjo is titled pyramids and straight, morphology variations include the size and shapes of its leaves, which are small and large, with a four leaf shape is round, oval, and oblong. melinjo pidie has been used by people in need of food, shelter, firewood, customs, and economy. a high utilization rate is as food. organ utilized by local communities pidie is the root, stem, leaf, strobilus male and female genitalia (strobilus), and seeds. roots and stems were used as firewood. stems are also utilized as a cast mold and bark as a rope. the leaves have been used by people of pidie for food, such as a cooking ingredient and leaft chips. strobilus of melinjo were utilized as an ingredient in cooking. melinjo young seeds have been also used as a cooking ingredient, while the old seeds were processed into chips or crackers in the acehnese language called kerupuk muling. the emping crackers have been a mandatory when welcoming groom or in the acehnese language called preh linto baro. all melinjo organ can be traded by the local people of pidie to cover their daily lives. keywords: ethnobotany, gnetum gnemon l.,

Tulisan yang relevan

PENGARUH JENIS PELARUT DAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L.) (IRMA YUNITA, 2015) ,

PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BIJI BUAH MELINJO (GNETUM GNEMON) SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU (A. Syiva Mahera Indarum, 2018) ,

PENERAPAN METODE FIS MAMDANI UNTUK KLASIFIKASI KEMATANGAN MELINJO BERDASARKAN WARNA (Dian Rahmat, 2015) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi