Muhammad Iqbal. PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA TAMBANG KUARI BATUGAMPING DENGAN MENGGUNAKAN TEORI ANTRIAN DI PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARI, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH. Banda Aceh : Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, 2017

Abstrak

Pt sinar tambang arthalestari merupakan pemilik dari semen bima. aktivitas penambangan dilakukan dengan metode tambang terbuka kuari yang memiliki 3 blok penambangan dengan jumlah keseluruhan alat gali muat sebanyak 3 unit dan alat angkut sebanyak 15 unit. penelitian ini membahas tentang keserasian alat gali muat dan alat angkut dengan menggunakan teori antrian untuk meningkatan produksi batugamping. terdapat ketidaksesuaian produksi perusahaan terhadap target yang telah ditetapkan. ketidaktercapaian produksi ini terjadi dikarenakan kurangnya waktu kerja efektif pada alat gali muat dan alat angkut. penyebab lainnya yaitu sering terjadinya waktu tunggu alat gali muat artinya excavator dalam keadaan menganggur dikarenakan tidak ada pelanggan (truk) yang hadir di blok penambangan masing-masing yang disebabkan oleh ketidakserasian antara alat gali muat dan alat angkut. adapun produktivitas aktual rata-rata alat angkut yang diperoleh pt sinar tambang arthalestari sebesar 493,45 ton/jam.

Baca Juga : EVALUASI KETERCAPAIAN PRODUKSI BATUGAMPING DI CRUSHER SAWANGAN PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARIAJIBARANG BANYUMAS JAWA TENGAH (Yudi Saputra, 2017) ,

Baca Juga : KAJIAN TEKNIS JALAN ANGKUT TERHADAP OPTIMALISASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI BATUGAMPING DI QUARRY SAWANGAN PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI AJIBARANG BANYUMAS JAWA TENGAH (Risa Hasi Yana, 2017) ,

gka ini masih kurang dari target produksi perusahaan yaitu 689,5 ton/jam sehingga perlu penambahan produksi batugamping minimal sebanyak 196,05 ton/jam agar tercapai target produksi yang telah ditentukan. terdapat beberapa alternatif yang dapat diterapkan perusahaan untuk meningkatkan produksi batugamping. alternatif i dengan peningkatan efisiensi kerja produksi sebesar 604,31 ton/jam. alternatif ii dengan peningkatan keserasian alat gali muat dan alat angkut produksi sebesar 565,96 ton/jam. alternatif iii dengan cara kolaborasi antara alternatif i dan ii sehingga produksi sebesar 693,12 ton/jam dan merupakan solusi terbaik karena telah memenuhi bahkan melebihi dari produksi yang telah ditetapkan. kata kunci: produktivitas, keserasian alat gali muat dan alat angkut, teori antrian, dan waktu kerja

Tulisan yang relevan

OPTIMALISASI RANGKAIAN ALAT BONGKAR, ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATUGAMPING DI QUARRY SAWANGAN PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARI (SEMEN BIMA) (Mohd Prieska H A, 2017) ,

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAN PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN (Ayu Risma Putri, 2013) ,

OPTIMALISASI KERJA ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI BATU GAMPING SEBESAR 6.000 TON/HARIDIPT. MACMAHON INDONESIA, LHOKNGA, ACEH BESAR. (Muhammad Rifki Syahputra, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi