Cut Nabilah Safira. GAMBARAN PEMERIKSAAN SOFT END FEEL DAN HARD END FEEL PADA SUBJEK BRUXISM YANG MENGALAMI KETERBATASAN PEMBUKAAN MULUT (SURVEI PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2012-2015). Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, 2017

Abstrak

Abstrak nama : cut nabilah safira fakultas : kedokteran gigi judul : pengukuran jarak pembukaan mulut merupakan bagian penting pada saat dilakukannya pemeriksaan klinis untuk mengevaluasi fungsi sendi temporomandibula dan status otot pengunyahan karena salah satu tanda dan gejala terganggunya fungsi sendi temporomandibula atau yang dikenal dengan sebutan temporomandibular disorder (tmd) adalah keterbatasan pembukaan mulut. aktivitas bruxsim dianggap sebagai salah satu faktor penting penyebab tmd. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran jarak rata-rata pembukaan mulut pada mahasiswa fakultas kedokteran gigi universitas syiah kuala angkatan 2012-2015 yang memiliki aktivitas bruxism dari pemeriksaan soft end feel dan hard end feel. jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan subjek dengan metode purposive sampling. populasi dalam penelitian ini adalah 34 orang, sedangkan total subjek penelitian

Baca Juga : GAMBARAN JARAK PEMBUKAAN MULUT MAKSIMAL YANG MEMILIKI AKTIVITAS PARAFUNGSI BRUXISM (SURVEI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2012-2015) (Dewi Ismail, 2016) ,

Baca Juga : GAMBARAN JARAK PEMBUKAAN MULUT MAKSIMAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNSYIAH ANGKATAN 2013-2015 (Ferda Nofella Sukma , 2016) ,

ah dilakukan seleksi subjek dengan menggunakan kuisioner dan pemeriksaan kondisi gigi adalah 12 orang yang terdiri dari 10 subjek perempuan dan 2 subjek laki-laki dengan rentang usia 20-23 tahun. hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 10 subjek (83,3%) memiliki soft end feel terdiri dari 2 subjek laki-laki (16,7%) dan 8 subjek perempuan (66,6%), sedangkan subjek yang memiliki hard end feel hanya terdiri dari 2 subjek perempuan (16,7%). kesimpulan dari penelitian ini adalah subjek yang memiliki soft end feel lebih banyak dibandingkan dengan subjek yang memiliki hard end feel. kata kunci : bruxism, sendi temporomandibula, pembukaan mulut maksimal, keterbatasan pembukaan mulut, soft end feel dan hard end

Tulisan yang relevan

GAMBARAN KASUS DEVIASI MANDIBULA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNSYIAH ANGKATAN 2011-2015 YANG MEMILIKI AKTIVITAS PARAFUNGSI (BRUXISM) (Heri Gunawan, 2017) ,

GAMBARAN SKEMA OKLUSI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNSYIAH ANGKATAN 2011-2014 YANG MEMILIKI AKTIVITAS PARAFUNGSI (BRUXISM) (Novia Lestari, 2015) ,

KONTRIBUSI POWER LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN LEMPAR LEMBING PADA MAHASISWA PENJASKESREK FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2012 TAHUN AJARAN 2012-2013 (BIRUL WALIDAINI, 2013) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi