HENDRA YANTI. PROSPEK KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM RANAH POLITIK DI KABUPATEN BENER MERIAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF ADAT SUMANG. Banda Aceh : Fakultas FISIPOL Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Abstrak dalam kantor dprk (dewan perwakilan rakyat kabupaten/kota) yang berada di kabupaten bener meriah hanya ada satu orang anggota dewan berjenis kelamin perempuan, dari 25 anggota dewan yang ada, selanjutnya tidak ada satupun anggota kip (komisi independen pemilihan) kabupaten bener meriah yang perempuan, dan camat maupun kepala gampong yang berasal dari perempuan. hanya ada beberapa anggota bpk (badan pengawasan kampung) yang berasal dari unsur perempuan. minimnya peran perempuan dalam dunia politik di kabupaten bener meriah terjadi hampir disemua kecamatan dan di semua daerah pemilihan yang ada. penyebab dari tidak terpilihya perempuan diakibatkan sebagian besar masyarakat bener meriah masih meyakini adat sumang, adat ini selalu menganggap dan mempercayai bahwa kedudukan, peran serta kepentingan dan segala hal yang berkaitan dengan manusia yang berjenis kelamin laki-laki harus selalu diutamakan dibandingkan dengan segala hal yang menyangkut isu mengenai kaum

Baca Juga : PERILAKU SUMANG DALAM KEHIDUPAN RNMASYARAKAT GAYO (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN GAJAH PUTIH KABUPATEN BENER MERIAH) (Susilawati, 2015) ,

Baca Juga : PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEROLEHAN SUARA PEREMPUAN PADA PEMILU 2014 DI ACEH TENGAH DAN BENER MERIAH (Tri Misrawati, 2017) ,

an penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis adat sumang yang menghambat perempuan dalam ranah politik di kabupaten bener meriah dan mengetahui upaya apa saja yang ditempuh oleh perempuan di kabupaten bener meriah agar dapat terlibat dalam ranah politik. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. studi lapangan untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara, sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. hasil penelitian ini menunjukan adat sumang tidak menghambat perempuan untuk terlibat dalam ranah politik, hal ini diketahui bahwa tidak ada satupun aturan dalam adat sumang yang membatasi perempuan untuk terlibat dalam ranah politik, serta adanya upaya yang dilakukan perempuan kabupaten bener meriah agar terlibat dalam ranah politik, baik secara individual, kelompok, lingkup keluarga maupun lingkup sosial. kata kunci : keterlibatan perempuan, ranah politik, adat

Tulisan yang relevan

AGAMA, POLITIK, DAN PEREMPUAN (STUDI TERHADAP KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM POLITIK PRAKTIS) (Susi Adila Sari, 2016) ,

RAGAM HIAS DAN NILAI SIMBOLIS PADA PELAMINAN ADAT BENER MERIAH (Yulia Maulita Yr, 2018) ,

PERAN PEMANGKU ADAT DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA/ PERSELISIHAN DI DESA NEGERI ANTARA KECAMATAN PINTU RIME GAYO KABUPATEN BENER MERIAH (Rika Julia Koto , 2016) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi