Search :
Advance

SAFRIANSYAH.PELAKSANAAN FUNGSI BADAN PENANGULANGAN BENCANADAERAH DI DESA SEREMPAH KECAMATAN KETOL KABUPATENACEH TENGAH DALAM PENANGULANGAN GEMPA BUMI. Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, 2015

Abstrak

ABSTRAK SAFRIANSYAH, PELAKSANAAN FUNGSI BADAN PENANGULANGAN BENCANA DAERAH DI DESA 2015 SEREMPAH KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH DALAM PENANGULANGAN GEMPA BUMI Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. (v,60 ), pp.,tab., bibl. (ZAHRATUL IDAMI, S.H., M.Hum) Pasal 16 ayat 3 Qanun No.5 Tahun 2010 menunjukkan bahwa dalam tahap pasca bencana pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban masih menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk melaksanakannya.Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah adalah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Aceh Tengah yang dibentuk untuk melaksanakan tugas dan fungsi dalam rangka penanggulangan bencana.Dalam kenyataannya BPBD Kabupaten Aceh Tengah menghadapi kendala dalam penanggulangan bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan fungsi BPBD dalam penanggulangan gempa bumi, mengetahui dan menjelaskanfaktor- faktor yang menjadipenghambat serta menjelaskan upaya- upaya yang dilakukan oleh BPBD dalam menghadapi hambatan penjaminan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat korban gempa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai beberapa orang narasumber yang terkait, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari peraturan perundang- undangan, buku- buku teks serta pendapat para sarjana yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui BPBD belum maksimal dalam melaksanakan fungsinya, belum bertindak cepat dalam penangganan pengungsi terhadap kebutuhan masyarakat korban gempa. Faktor yang menjadi hambatan yang ditemui dilapangan yaitu tidak adanya koordinasi yang sama diantara para pihak penangulangan bencana, fasilitas dan peralatan penanganan darurat yang belum memadai serta kurang tersedianya anggaran penangulangan bencana yang belum tersalurkan kepada masyarakat sampai tahun 2015. Upaya yang dilakukan oleh BPBD antara lain melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap anggota serta terus meningkatkan koordinasi yang baik dengan Dinas dan Instansi lainnya. Disarankan agar BPBD untuk lebih meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan Dinas dan Intansi lainnya yang terkait penangulangan bencana minimal 3 (tiga) bulan sekali serta terus meningkatkan kegiatan yang bersifat pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat dan para anggota team penangulangan bencana.


Tulisan yang relevan

PENGARUH PENERAPAN METODE SIMULASI SCHOOL WATCHING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESIAPSIAGAAN SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI RNBENCANA GEMPA BUMI (HUSNUL KHATIMAH, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

KAJIAN PEMETAAN KAWASAN RISIKO GEMPA BUMI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (MAHDI ANZALA, 2016) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM MENYUSUN PERATURAN DESA (STUDI KASUS DI DESA ALUE BILIE KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA) (Rizwan, 2017) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

PROFIL ANAK YANG MENGALAMI TRAUMA AKIBAT GEMPA BUMIRNDI SD NEGERI BEBESEN, ACEH TENGAH (Masjulitasari, 2014) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

KAJIAN SEISMISITAS DAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI DI ACEH (Rahmad Tauladani, 2015) ,   Baca Full Text... |  Abstrak..

Kembali ke halaman sebelumnya